![]() |
| Cara Membaca Buah Lawan dalam Pertandingan Domino |
PojokReview - Membaca buah lawan dalam pertandingan domino akan memperbesar peluang Anda memenangkan pertandingan. Domino atau gaple bukan permainan keberuntungan. Anda perlu kemampuan untuk membaca buah lawan dalam domino/gaple. Darimana kemampuan itu didapatkan?
Tentu bukan dengan cara yang curang. Anda butuh melakukan pengamatan yang cermat, melakukan pencatatan dalam kepala, dan menggunakan logika eliminasi.
Mari kita sama-sama mempelajari cara membaca buah lawan.
Pahami Struktur Kartu Domino Standar
Dalam satu set domino "hanya" ada 28 buah/kartu. Jumlah tersebut jauh lebih sedikit dari kartu remi. Tentunya, ini memungkinkan membaca kartu domino bisa lebih "masuk akal" ketimbang kartu remi.
Kartu/buah domino terdiri dari dua angka dari 0 sampai 6. Itupun dikurangi dengan 7 kartu kembar/buah balak yakni 0-0, 1-1, 2-2, 3-3, 4-4, 5-5, dan 6-6.
Dengan perhitungan seperti itu, berarti setiap angka akan muncul 8 kali di seluruh kartu. Ini patokan untuk menghafal dan menghitung sisa angka yang belum keluar.
Sekarang, gunakan ingatan dengan baik. Untuk awal belajar, Anda bisa menggunakan kertas terlebih dulu. Misalnya, bila di papan sudah muncul angka 2 (katakanlah 2-3 dan 2-2), maka angka 2 di semua pemain hanya tinggal 6. Begitu seterusnya.
Misalnya, bila di papan sudah muncul angka 4 sebanyak 4 kali, maka sisa buah 4 di tangan semua pemain tinggal 4 buah. Semakin banyak angka yang keluar di papan, maka semakin sedikit angka tersebut berada di tangan pemain.
Sebelumnya, baca juga : Aturan Dasar untuk Memenangkan Permainan Domino
Cara Membaca Kartu Lawan di Domino
Pertama, kita akan membagi permainan menjadi tiga fase: fase awal, fase tengah, dan fase akhir.
Kedua, kita tentunya mendapatkan 7 buah kartu di tangan kita. Fokus dan lihat kartu kita.
Ketiga, fokus juga pada "lewat" (pass). Karena bila ada yang lewat, maka kita bisa memastikan angka tersebut ada pada dua lawan lainnya.
Sekarang, kita misalnya punya 7 kartu di tangan. Kartu Anda adalah 0-3, 1-2, 2-5, 3-6, 4-4, 5-6, dan 6-6. Itu berarti Anda punya 2 balak, balak 4 dan 6. Dan kabar buruknya, Anda masih belum tahu kartu orang lain.
![]() |
| Membaca buah lawan dalam pertandingan domino: kondisi awal |
Kita misalkan Anda adalah pemain yang jalan pertama kali. Dan buah yang Anda pasang tentunya... Balak 6.
Sekarang, kita bertemu ujung buah adalah 6 dan 6. Selanjutnya, kita masuk ke fase pertama dari permainan domino ini. Anda adalah A, pemain kedua B, pemain ketiga C, dan pemain keempat D. Fase pertama adalah ketika Anda telah membuang 3 kartu tanpa "lewat" atau pass.
- A 6-6
- B 4-6
- C 4-5
- D 0-6
- A 2-5
- B 2-4
- C 1-4
- D 1-5
- A 5-6
- B 0-4
- C PASS
- D 2-6
Seperti ini kondisi papan permainan domino Anda saat ini:
![]() |
| Ilustrasi kondisi fase awal permainan Domino |
Ini fase pertama, dan Anda sudah melepas tiga buah kartu: 6-6, 2-5, dan 5-6. Dari fase pertama ini, hanya pemain C yang lewat sekali ketika angka ujung yang berada di papan adalah 4 dan 6. Kartu Anda yang masih tersisa di tangan adalah 0-3, 1-2, 3-6, dan 4-4.
Mari kita olah "informasi" di fase awal ini. Kartu yang tersisa di tangan semua pemain (termasuk Anda) adalah 17 buah. Karena pemain C sekali pass/lewat.
Info pertama adalah, pemain C tidak punya 4 dan 6. Kartu 4 yang tersisa adalah 4-3 dan 4-4. Sedangkan buah angka 6 yang tersisa adalah 1-6, dan 3-6. Dari semua itu, hanya 4-4 dan 3-6 yang merupakan kartu Anda. Itu berarti 1-6 dan 4-3 ada di tangan pemain B dan D.
Mari kita coba hitung sisa angka yang belum keluar. Sisa kartu yang belum keluar adalah: 0-0, 0-1, 0-2, 0-3, 0-5, 1-1, 1-2, 1-3, 1-6, 2-2, 2-3, 3-3, 3-4, 3-5, 3-6, 4-4, dan 5-5.
Lihat angka yang ditebalkan. Itu adalah kartu Anda. Berarti kartu lainnya tersebar di tiga pemain lainnya. Dengan catatan, angka 4 dan 6 dipastikan tidak ada di tangan pemain C.
Mari kita coba prediksi:
- C (5 kartu): pasti dipilih dari 11 kartu "bersih" (tanpa 4/6): 0‑0, 0‑1, 0‑2, 0‑5, 1‑1, 1‑3, 2‑2, 2‑3, 3‑3, 3‑5, 5‑5
- B dan D (total 8 kartu): pasti ada 1-6 dan 3-4, ditambah 6 kartu lain dari 11 yang disebut kemungkinan ada di C.
Cukup banyak informasinya. Mari kita masuk ke fase tengah.
14 B 3-4
15 C 3-5
16 D 2-3
17 A 3-6
18 B PASS
![]() |
| Kondisi fase tengah |
- Kartu 1-6 sudah pasti ada di tangan D. Karena B dan C tidak punya 6.
- Kartu 0-5 dan 5-5 sudah pasti bukan di tangan B.
- B 4‑6, 2‑4, 0‑4, 3‑4 = 4 (4× setiap kartu B mengandung 4!)
- C 4‑5, 1‑4, 3‑5 = 4 (2×), 5 (2×)
- D 0‑6, 1‑5, 2‑6, 2‑3 = 6 (2×), 2 (2×)
- B: di giliran 6 (ujung {2,0}) dan giliran 14 (ujung {2,4}), B dua kali punya kesempatan main kartu bernilai 2 tapi selalu memilih jalur lain (4). Tapi ini gampang dijelaskan: pola B memang "obsesi buang 4" — jadi wajar dia prioritaskan 4 kapan pun ada. Sinyal ini kurang kuat untuk menyimpulkan B tak punya 2.
- D: sudah 2× keluar kartu ber-angka 2 (2‑6, 2‑3) dan 2× ber-angka 6. D kelihatan juga "mengejar" buang 6 dan 2 sejak awal, mirip pola B tapi untuk suit berbeda.
- C: ini yang paling menarik. Di giliran 7 (ujung {4,0}), C memilih main 4 padahal 0 juga terbuka. Di giliran 15 (ujung {2,3}), C memilih main 3 padahal 2 juga terbuka. C sudah dua kali melewatkan kesempatan pakai buah 0 dan 2, dan C tidak punya "alasan strategi" jelas seperti B (dumping 4) atau D (dumping 6/2). Pola main C justru terpusat di 1, 3, 4, 5. Ini sinyal cukup meyakinkan bahwa C kemungkinan besar tidak menyimpan banyak kartu ber-angka 0 atau 2.
- Kartu 0‑0, 0‑1, 0‑2, 2‑2 → condong ke B atau D, kecil kemungkinan ke C
- Kartu 1‑1, 1‑3, 3‑3 → condong ke C (sesuai jejak C di 1 dan 3), tapi B/D tetap mungkin
- Kartu 0‑5, 5‑5 → pasti bukan B (pass), dan karena C dua kali tunjukkan "kesenangan" pada buah 5 (main 4‑5 lalu 3‑5), C lebih mungkin pegang salah satu atau kedua kartu 5 ini dibanding D (yang cuma sekali main 5)
- B (3 kartu): paling mungkin dari {0‑0, 0‑1, 0‑2, 2‑2, 3‑3}: condong ke klaster 0/2
- C (4 kartu): paling mungkin dari {1‑1, 1‑3, 3‑3, 0‑5, 5‑5}: condong ke klaster 1/3/5, kemungkinan pegang salah satu/kedua kartu 5
- D (3 kartu): pasti 1‑6, ditambah 2 kartu lagi: campuran, tapi sedikit condong ke klaster 0/2 juga (sejalan dengan jejak D main 2 dua kali)
- B memiliki 3 kartu, kemungkinan adalah di antara 0-0, 0-1, 0-2, dan 2-2. Kecil kemungkinan memegang angka 3 dan 5.
- C memiliki 4 kartu kemungkinan adalah 1-1, 1-3, 3-3, 0-5, 5-5. Kecil kemungkinan memegang angka 0 dan 2.
- D memiliki 3 kartu. Satu kartu sudah pasti 1-6 dengan kemungkinan dua kartu lainnya adalah angka 0 dan 2.
- langkah berikutnya (C) akan mengeluarkan di antara 0-5 dan 5-5.
- Langkah selanjutnya (D) akan mengeluarkan angka 0 (antara 0-0, 0-1, dan 0-2) bila C mengeluarkan 0-5. Bila C mengeluarkan 5-5, maka D akan mengeluarkan 1-6.
- Langkah Anda berikutnya tentu tidak bisa di angka 5. Bila C mengeluarkan 0-5, maka Anda akan melanjutkan di titik tersebut (bukan titik 6, karena itu sudah pasti punya D). Tapi, kalau C mengeluarkan balak 5, dan D pasti 6-1, maka Anda akan mengeluarkan 1-2.
- Langkah B berikutnya akan menemui angka 2 dan 5 bila berjalan pada kemungkinan itu.
- Dan seterusnya.






This post have 0 komentar