Kenapa Indonesia Banyak Kekurangan Vitamin D Padahal Tinggal di Negara Tropis?

Vitamin D
PojokReview - Indonesia adalah negara tropis, sehingga menjadi salah satu negara yang diuntungkan untuk mendapatkan banyak vitamin D gratis dan mudah, dari sinar matahari. Sinar matahari dari pukul 11 hingga 13.00 adalah jenis ultraviolet B (UVB) yang mendukung proses sintetis dalam tubuh mengubah lemak dan kalori menjadi vitamin D.

Tapi sayangnya, kekurangan vitamin D dalam jumlah yang banyak (defisiensi) justru banyak ditemukan di negara tropis. Ada beberapa tingkatan terkait kadar vitamin D dalam tubuh, yang pertama adalah defisiensi (kekurangan) yakni nilai vitamin D hanya di bawah 10. Selanjutnya ada insufisiensi (ketidakcukupan) dengan nilai 10 hingga 29. Selanjutnya ada susfiensi (cukup atau normal) berada di angka 30 - 100. Terakhir toksik (kelebihan) dengan nilai di atas 100.

Nah berdasarkan penelitian, sejumlah negara yang berada di daerah tropis alias cukup paparan sinar mataharinya nyatanya memiliki jumlah defisiensi vitamin D terbanyak. Suatu penelitian yang dilakukan di Yogyakarta dengan sampel siswa berusia 15 hingga 18 tahun dari 10 sekolah berbeda di daerah itu menunjukkan 100 persen sampel yang diperiksa kekurangan vitamin D.

Penelitian berikutnya dilakukan di Sumatera Utara dengan sampel 300 orang perempuan. Nyatanya, hanya 12 orang yang masuk dalam kategori normal/cukup (susfiensi). Paling banyak dalam kategori ketidakcukupan (insufiensi) dan selainnya defisiensi.

Penelitian di Jakarta tahun 2016, melibatkan 143 perempuan untuk diteliti. Nyatanya, 90 persen di antaranya defisiensi vitamin D.

Faktanya, meski mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup, namun orang Indonesia justru banyak yang menghindari sinar matahari. Mulai dari menggunakan tabir surya, penutup sampai banyak yang bahkan tidak terkena sinar matahari yang cukup dalam sehari.

Padahal, untuk mendapatkan vitamin D, Anda hanya perlu berjemur selama 15 menit di 6 hari berturut-turut. Dalam waktu tersebut, Anda akan mendapatkan vitamin D untuk 49 hari!

Tidak hanya itu, selama masa isolasi atau lock-down ini, tentunya makin banyak orang yang justru tidak keluar rumah tepatnya ketika pukul 11 - 13 setiap harinya untuk mendapatkan vitamin D. Ditambah lagi, asupan dari makanan per harinya juga kurang. Jadi, bukan berarti karena berada di negara tropis, berarti bebas dari defisiensi vitamin D!

Bahaya Kekurangan Vitamin D


Vitamin D tentunya berkaitan dengan kesehatan tulang, gigi dan sistem kekebalan tubuh. Di tengah pandemi penyakit berbahaya, tentunya sistem kekebalan tubuh yang menurun akan berbahaya bagi Anda. Sedangkan penyakit lain yang mengintai orang-orang yang kekurangan vitamin D adalah gigi keropos, tulang keropos, penyakit otot, diabetes dan berkurangnya sistem pertahanan tubuh.

Karena itu, orang-orang yang kekurangan vitamin D akan bermasalah dengan penulasan penyakit lain. Tidak hanya itu, pasca operasi, penyembuhan orang-orang yang kekurangan vitamin D akan lebih sulit, bahkan memiliki potensi kematian.

Mencukupi Vitamin D


Berjemur


Ada berbagai cara untuk memenuhi kebutuhan vitamin D harian. Salah satunya adalah berjemur dalam waktu yang cukup. Faktanya, 90 % dari kebutuhan harian vitamin D Anda didapat dari sinar matahari. Sedangkan 10 persen sisanya didapatkan dari makanan.

Makan Ikan Salmon, Mackerel, Tuna dan Sarden


Ikan-ikan di atas memiliki kadar vitamin D yang paling tinggi dari jenis makanan yang ada. Dari deretan tersebut, ikan salmon adalah juaranya. Mengandung ratusan IU vitamin D, bahkan akan lebih tinggi bila ikan salmon tersebut adalah ikan salmon liar.

Beli Norwegian Fresh Salmon Fish 200 Gram sudah difillet jadi lebih praktis. Rp94.000 per 200 gram. (Bukalapak)

Kuning Telur dan Susu


Susu dan kuning telur juga mengandung vitamin D yang tinggi. Satu kuning telur dan segelas susu akan mencukup hingga 6% kebutuhan vitamin D harian Anda. Makanya, jangan ragu untuk terus mengonsumsi susu dan telur setiap hari.

Beli Telur Ayam Petelur Murah di Surabaya (Bukalapak) hanya Rp 22.500 per kg.

Beli Susu Kambing Etawa Bubuk Full Cream Kualitas Premium Rp75.000 per kemasan (Bukalapak)

Suplemen Vitamin D


Apabila sulit mengonsumsi makanan di atas, mungkin karena alergi atau sulit mendapatkannya, maka jalan selanjutnya adalah mengonsumsi suplemen vitamin D. Berbagai suplemen vitamin D terbaik telah muncul di pasaran dan sanggup memenuhi kebutuhan vitamin D harian, bahkan bila Anda tidak terkena sinar matahari seharian. Hanya saja, untuk mengonsumsi suplemen, sebaiknya mengikuti anjuran dokter, agar vitamin D di dalam tubuh tidak berlebihan (toxic).

Beli Nature Plus Vitamin D3 1000iU isi 180 softgels Rp550.000 (Bukalapak)

Itu tadi hal-hal yang penting terkait vitamin D dan pentingnya memenuhi asupan vitamin D per hari. Jadi, sudah cukupkah asupan vitamin D harian Anda?

No comments:

Powered by Blogger.