Monday, February 22, 2021

author photo

Nama yang Mesti Dicatat dalam Derby della Madonnina selain Lautaro dan Lukaku
Nama yang Mesti Dicatat dalam Derby della Madonnina selain Lautaro dan Lukaku (sumber foto: Inter.it)
 

PojokReview - Tidak berlebihan bila banyak yang menyebutkan semua mata di dunia tertuju ke Kota Milan, Italia pada hari Minggu (21/2/2021). Pasalnya, dua klub besar Italia dan Eropa yang berasal dari kota itu saling bentrok. Inter Milan melawan AC Milan, biru vs merah.


Inter Milan menang telak dalam laga itu, lewat tiga gol tanpa balas. Dua gol dari Lautaro Martinez dan satu gol dari Romelu Lukaku. Maka dua nama ini terus disebut sebagai pemain penting dalam kemenangan Inter Milan melawan musuh bebuyutannya, AC Milan. Kemenangan penting karena membuat Inter Milan melangkah menjauhi AC Milan di puncak klasemen Serie A Liga Italia.


Memang benar bahwa Lautaro Martinez dengan dua golnya, serta Lukaku dengan aksi solo di antara tiga bek Milan harus kita berikan pujian dan tepuk tangan meriah. Namun, ada dua nama lagi yang harus mendapatkan perhatian ekstra. Dua nama ini juga memiliki peran menjadikan Inter Milan mampu menghajar kakak kandungnya tersebut.


Nama Pertama yang Mesti Dicatat dalam Derby della Madonnina selain Lautaro dan Lukaku: Samir Handanovic


Samir Handanovic
Samir Handanovic

Nama pertama adalah Samir Handanovic. Setelah tersengat dengan gol cepat Inter Milan, AC Milan berkali-kali meneror gawang yang dikawal Handanovic. Tapi Handanovic terlalu perkasa untuk semua pemain AC Milan, bahkan untuk Ibrahimovic sekalipun. 


Menit ke-38, Handanovic mampu mengandaskan tembakan voli keras Ibrahimovic. Menit ke-47 dan ke-48 secara bertubi-tubi Ibrahimovic dan Tonali mencoba menaklukan Handanovic untuk menyamakan kedudukan. Bahkan, Ibrahimovic mencoba dua kali mengarahkan bola ke dalam gawang yang keduanya nyaris berbuah gol. Lagi-lagi Handanovic terlalu perkasa untuk striker gaek "mantan" Inter Milan itu. Sedangkan berkelang satu menit kemudian, giliran Tonali yang memanfaatkan bola liar, mencoba mengalahkan Handanovic, juga kandas.


Penampilan Handanovic tidak kendur sampai menit akhir. Terbukti, peluang Rebic di menit ke-90 juga mampu dikandaskan Handanovic. Buah dari depresi karena selalu gagal mengalahkan Handanovic, membuat Milan malah keteteran dan dihajar balik lewat sejumlah peluang Inter Milan dari kaki Barella, Eriksen, Lautaro dan Lukaku. 


Maka nama pertama yang harus dicatat pada pertandingan Inter Milan vs AC Milan (selain Lautaro dan Lukaku) adalah Samir Handanovic. Pada pertandingan itu, ia menjelma menjadi seorang raksasa yang tak terkalahkan di bawah mistar gawang Inter Milan. Nilai 85 yang diberikan dari berbagai situs untuk kiper asal Slovenia itu sangat tepat dan beralasan. Bayangkan saja, Inter Milan hanya memiliki 6 tendangan ke gawang (dari total 16 tendangan) dan 40% penguasaan bola namun berbuah 3 gol. Sedangkan Milan yang punya lebih banyak tendangan ke gawang, yakni 8 tendangan (dari total 15 tendangan) dan penguasaan bola hingga 60% tak mampu menjebol gawang Handanovic!


Nama Kedua yang Mesti Dicatat dalam Derby della Madonnina selain Lautaro dan Lukaku: Ivan Perisic


Ivan Perisic
Ivan Perisic

Nama kedua yang harus dicatat pada pertandingan Inter vs Milan Minggu malam (selain Lautaro dan Lukaku) adalah Ivan Perisic. Mantan gelandang Bayer Munchen ini menampilkan performa terbaik untuk mendukung penyerangan sekaligus pertahanan.


Bahkan pertandingan baru berjalan dua menit ketika Perisic sudah membuat peluang lewat tandukannya yang sayangnya masih melebar. Perisic mampu menjadi motor serangan Inter Milan bersama dengan Eriksen dan Barella untuk mengobrak-abrik pertahanan Milan.


Di babak pertama, Perisic berkali-kali melepas umpan yang manis untuk Lukaku dan Lautaro. Di menit ke-28, Perisic melepaskan umpan setelah melakukan aksi cantik melewati hadangan Calabria. Di menit ke-37, teror Perisic juga nyaris berbuah gol, setelah tendangannya di tepis oleh Donnarumma dan bola muntahnya nyaris saja dimanfaatkan oleh Lautaro.


Perisic akhirnya mencatatkan satu assist setelah menyodorkan umpan tarik yang cantik pada Lautaro di menit ke-57 dan berbuah gol. Gol ini yang menjadikan AC Milan tertunduk lesu dan berbuah gol ketiga. Gol tersebut tercipta justru setelah AC Milan mencoba meningkatkan intensitas penyerangan ke gawang AC Milan!


Meski demikian, duet Lautaro dan Lukaku mesti mendapatkan pujian lebih, bukan hanya di pertandingan ini saja. Lautaro memang berhasil mencuri perhatian dengan dua golnya, tapi Lukaku justru lebih banyak menjadi bahan pembicaraan karena aksi solo berbuah gol serta satu assist cantiknya yang menjadi gol lewat kepala Lautaro.

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post