close

Monday, September 20, 2021

author photo

                                                                      The Father


            Tanggal rilis            
8 Januari 2021
             Sutradara               
Florian Zeller
      Diadaptasi dari       
The Father
      Musik          
Ludovico Einaudi
        Sinematografi         
Ben Smithard

***

The Father menghadirkan kehidupan seorang ayah berumur delapan puluh tahun dan mengidap demensia bernama Anthony (Anthony Hopskin), bersama seorang anaknya Anne (Olivia Williams) yang berusaha membawakannya seorang pengasuh untuk membantu merawat sang ayah. Sang ayah yang perlahan-lahan kehilangan ingatannya terus menolak para pengasuh yang datang sedangkan Anne diharuskan terus bertahan menghadapi sang ayah dalam situasi yang semakin memburuk.

The Father merupakan adaptasi dari naskah teater Florian Zeller. Florian Zeller yang merupakan penulis naskah sekaligus sutradara The Father menempatkan kita dalam pikiran Anthony Hopkins yang sakit, memungkinkan kita untuk mengalami kebingungannya seolah-olah itu milik kita sendiri. Tapi juga memperlihatkan pandangan dari sisi pengasuh dan orang-orang terkasih yang berusaha untuk menenangkan emosi sang ayah  yang cenderung tidak stabil dan harus mengatur ingatannya yang campur aduk. Kita tidak pernah tahu siapa atau apa yang benar, ketika tokoh yang hadir dan menghilang dengan nama dan identitas yang berbeda, tergantung pada pengakuan sang ayah terhadap mereka. Potongan percakapan mengenai sebuah arloji, sebuah lukisan, makan malam ayam yang terus berulang karena ingatan sang ayah yang kacau. Semuanya terasa cepat berlalu, namun setiap momen terasa mendesak dan nyata. Seolah-olah kita mengalami demensia itu sendiri, hal-hal yang mulanya damai perlahan-lahan menjadi situasi yang mengerikan dan sangat tidak diinginkan.


Terutama ketika kita melihat dunia melalui pandangan sang ayah, pada awalnya, itu tampak seperti baik-baik saja atau mungkin tidak. Sang ayah yang sedang mendengarkan opera pada sore yang hangat di apartemennya yang luas dan apik di London. Tapi kemudian, Anne  mengunjungi sang ayah dan memberi tahu dia bahwa dia bertemu seseorang dan harus pindah ke Paris untuk bersama orang tersebut. Sikap sang ayah seketika berubah ,  ia merasa terluka, dan berkata: "Kamu?" ia bertanya tidak percaya. "Maksudmu, seorang pria?" Kemudian, ketika ia sadar apa yang harus ia hadapi ke depannya tanpa anaknya Anne di sisinya, ia mengungkapkan lapisan luka yang lebih dalam: “Jadi jika saya tidak salah tangkap, Anda akan meninggalkan saya, bukan? Anda meninggalkan saya. ” Wajah sang ayah sedikit tertunduk tapi ia masih mencoba untuk mengontrol kesedihannya dan tampak percaya diri. Beberapa  percakapan semacam ini terjadi berulang kali, misalnya di mana sang ayah meletakkan arloji kesayangannya, atau perlakuan kejam yang dia berikan kepada pengasuh di rumah sebelumnya. Dan ketika kita mulai terhanyut dalam “The Father”,  kita mengikuti ritme film dan para pemainnya kemudian juga mulai kebingungan dan berpikir bahwa mungkin ini bukan apartemen Anthony? Mungkin ini milik Anne dan ia membawa sang ayah untuk tinggal bersamanya. Mungkin Anne punya suami, bernama Paul (Rufus Sewell),  lalu dengan siapa sebenarnya sang ayah masih tinggal?

Anthony : Who are you? What are you doing here? What are you doing in my flat?

The Man : Anthony, it's me Paul. 

Anthony : Who? What are you doing here?

The Man : I live here.

Selanjutnya, kedatangan Laura (Imogen Poots) sebagai pengasuh untuk merawat Anthony memberikan sedikit harapan,  karena sang ayah tampak senang, ia mulai menggoda seorang wanita muda yang cantik. Pengasuh itu tampak  menawan dan ia menyatakan dengan main-main, "Waktunya untuk minuman beralkohol!" Tapi pengasuh itu juga mengingatkannya pada putrinya yang lain, lalu ia mulai membahas putrinya yang adalah seorang seniman, dan lukisan hadiah dari putrinya yang lain. Kemudian tiba-tiba, ia menolak pengasuh yang Anne datangkan dengan kasar di pertemuan pertama mereka. Pertemuan pertama sang ayah dengan Laura adalah contoh yang bagus tentang betapa mengejutkannya apa yang bisa terjadi dengan seorang pengidap demensia,  tidak ada yang terlalu mencolok  tetapi adanya perubahan yang mengerikan terjadi dalam pikiran dan suasana hati para tokoh. Dan itu juga dapat kita rasakan saat menonton.


Berjuang untuk menyusun ingatan masa lalu dan masa kini yang kacau, sang ayah Anthony Hopkins menghadirkan sosok yang karismatik dan ganas, dalam satu penampilan. Ada kekhususan yang luar biasa dalam bagaimana ia menyampaikan berbagai perasaan dan emosi. Dan sebagai putrinya, Anne, Olivia Colman konsisten setara dengannya. Ia juga harus berjuang untuk tetap tersenyum dalam situasi yang membuat pertahanannya terus runtuh. Ia akan mengatur senyum saat air mata di matanya mulai menggenang atau ketika ia sedikit tersentak namun mempertahankan kesabarannya ketika ayahnya mengatakan sesuatu yang kasar dan menghina.

Anne : You can't imagine how difficult it is sometimes. The other day, he didn't even recognize me.

Selain momen-momen kehilangan ingatan menyebabkan kejutan dalam cerita dan memberi ruang untuk Anthony Hopskin mengekspresikan kefrustrasian karakternya dengan mengagumkan, desain produksi dan pengeditan yang sangat halus,  sedikit perubahan tapi mendetail juga menjadi salah satu poin yang menjadikan film ini patut ditonton. Entah itu ubin yang berbeda di dapur, kamar tidur yang ditata ulang atau tas belanjaan putih alih-alih yang biru untuk ayam yang Anne beli yang akan dipanggang malam itu, semunya kacau diingitan sang ayah. Para editor menyusun cerita yang secara bersamaan membingungkan dan menarik secara elegan.  Kemudian musik dari Ludovico Einaudi yang indah, mengiringi adegan-adegan dalam film hingga semakin menyentuh hati.


Realitas yang film ini sampaikan melalui kisah sang ayah dan anaknya membawa The Father meraih penghargaan  The Best Adapted Screenplay dan The Best Actor untuk Anthony Hopskin pada acara penghargaan film Academy Award atau Oscar 2021, kemudian BAFTA Awards for Best Actor in Leading Role 2021, AACTA International Award for Best Supporting Actress 2021 dan piala penghargaan lainnya. The Father meninggalkan kesan khusus setelah menonton, selain jalan cerita dan para aktor yang bermain dengan menakjubkan, kenyataan bahwa demensia penyakit yang tidak bisa disembuhkan dan lambat laun  mengambil seluruh ingatan, kenangan-kenangan yang ada, yang bagaimana jika Anthony adalah ayah  atau ibu kita, atau kita sendiri dan sebaliknya bagaimana jika kita adalah Anne yang harus menghadapi orang tua yang berubah tak seperti yang pernah kita kenal seolah menjadikan demensia mimpi buruk bagi semua orang.


"I feel as if i'm losing all my leaves. The branches, and the wind and the rain. I don't know what's happening anymore." - Anthony (The Father)

  

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post