Mau Menerbitkan Buku? Ini Tiga Cara yang Paling Populer dan Estimasi Penghasilannya

Daftar Isi [Tutup]

    PojokReview - Anda sedang menulis buku, baik fiksi maupun nonfiksi dan berencana untuk menerbitkannya? Bisa dibilang penerbitan di Indonesia mungkin cukup lesu, karena banyaknya tindak pembajakan serta buku PDF yang berserakan dan bisa didapatkan dengan ilegal. Meski demikian, ada banyak penulis yang mencoba untuk tetap menerbitkan bukunya dengan berbagai alasan.

    Ada yang beralasan untuk menjadi kenang-kenangan, ada juga yang untuk mencari penghasilan dan tujuan lainnya. Tentunya, ingin buku Anda diterbitkan bukan hal yang salah, karena dengan demikian karya Anda bisa membantu orang lain, atau memberi ilham pada orang lain. Pertanyaannya ada dua yang kerap ditanyakan oleh orang yang baru ingin menerbitkan buku, pertama bagaimana caranya dan yang kedua berapa penghasilan seorang penulis dari bukunya?

    Menjawab pertanyaan tersebut, ada tiga cara yang paling populer digunakan orang untuk menerbitkan bukunya.

    Sebelumnya, akan sangat baik bila Anda membaca artikel berjudul: Tips Bila Anda Ingin Menyiapkan dan Membuat Sebuah Buku

    1. Menerbitkan di Mayor Publisher


    Menerbitkan buku di mayor publisher atau penerbit mayor, berarti Anda mengirimkan naskah tulisan Anda agar kemudian diseleksi oleh penerbit yang bersangkutan. Tentunya, setiap penerbit memiliki persyaratan sendiri untuk setiap naskah yang mereka terima dan akan dibukukan.

    Aturan tertentu misalnya jumlah halaman minimal, ukuran kertas, spasi, margin, jenis tulisan dan jumlah halaman maksimal.

    Misalnya, untuk penerbit Bentang Pustaka, bisa Anda lihat di artikel ini: Cara Mengirim Naskah di Penerbit Bentang Pustaka

    Lalu, bagaimana selanjutnya? Yah, Anda akan dikabari dalam waktu 2-3 bulan bila naskah Anda ditolak atau diterima. Apabila diterima, nantinya Anda akan berhubungan dengan editor, lay-out dan pembuat cover.

    Belum tentu bila buku Anda disetujui oleh penerbit, maka akan langsung diterbitkan. Bisa jadi Anda akan menunggu beberapa bulan, bahkan ada yang sampai setahun karena hal-hal tertentu yang tentunya sudah dipertimbangkan oleh penerbit.

    Estimasi penghasilan per 100 buku


    Untuk penerbit mayor, mereka memberikan royalti sekitar 7 - 10% per eksemplar yang terjual. Misalnya buku Anda dijual Rp50.000 maka Anda mendapatkan Rp5000 per buku terjual. Jadi, per 100 buku, Anda akan mendapatkan sekitar Rp500.000.

    Jadi, bisa dibayangkan bagaimana bila buku Anda meledak di pasaran, sampai terjual puluhan juta eksemplar misalnya seperti penulis populer Indonesia?

    Kekurangan menerbitkan lewat mayor ini adalah naskah sulit sekali menembus penerbit. Setelah tembus, masih juga cukup lama waktu menunggu penerbitan. Kemudian, setelah terbit, masih berharap pula buku tersebut mampu bersaing dengan buku-buku populer di antara jutaan judul yang berserakan di toko buku.

    Ilustrasi penulis

    2. Menerbitkan Indie Publisher


    Dengan cara yang satu ini, berarti Anda akan membayar semua biaya penerbitan. Anda yang menulis naskah, lalu memberikannya pada penerbit, lalu membayar jasa editor, lay-out dan biaya cetak.

    Biaya mencetak buku sendiri biasanya sekitar Rp5 sampai Rp7,5 juta per 500 buku. Buku yang dimaksud adalah buku setebal 100 - 150 halaman. Bila lebih tebal, maka kemungkinan akan lebih mahal.

    Untuk lebih jelas tentang berapa biaya yang dikeluarkan untuk penerbitan buku indie ini, Anda bisa membaca di artikel ini: Sudah Siap Menerbitkan Buku Sendiri? Ini Rincian Biayanya

    Estimasi keuntungan per 100 buku


    Bila kita anggap mencetak buku sendiri biayanya Rp10 juta per 500 buku (sudah ditambah ongkos kirim dan pengurusan ISBN) maka kita anggap modal per buku adalah Rp20 ribu. Bila Anda menjual misalnya Rp50.000 per eksemplar, maka Anda mendapatkan keuntungan sekitar Rp30.000  per buku.

    Jadi, per 100 buku bisa mendapatkan keuntungan sekitar Rp3.000.000. Tapi kekurangannya adalah, buku Anda sangat sulit masuk ke toko buku, Anda mesti mendatangi general manager dari toko buku tersebut dan bicara tentang untung ruginya dan bagaimana kerjasamanya. Selain itu, Anda mesti mengandalkan kemampuan dan jaringan Anda sendiri untuk menjual buku tersebut. Jadinya, berbeda dengan penerbit mayor yang bisa terjual ke seluruh Indonesia, untuk buku indie, Anda kemungkinan hanya bisa menjualnya di sekitaran daerah Anda sendiri.

    3. Beli Putus/Jual Putus


    Ada beberapa penerbit yang menawarkan sistem beli atau jual putus. Jadi, naskah Anda di-acc lalu diberikan opsi menggunakan royalti atau beli putus. Biasanya, untuk penulis pemula yang tidak punya nama, maka mereka memilih sistem beli putus.

    Dengan beli putus, Anda kehilangan hak penerbitan, meski tetap memiliki hak cipta terhadap karya Anda tersebut. Umpamanya naskah itu difilmkan misalnya, maka pembeli naksah tersebut akan tetap menghubungi Anda. Tapi seberapa banyak penerbit mencetaknya, dan berapapun keuntungannya semua sudah menjadi milik penerbit.

    Anda sudah mendapatkan pembayaran dari awal. Angkanya berkisar dari Rp1.700.000 (untuk naskah teenlit) sampai ke Rp5.500.000 untuk naskah dewasa di atas 200 lembar.

    Jadi, sudah siap mencetak buku Anda sendiri? Yuk, jadikan karya Anda abadi dan dikenal atau dibaca banyak orang.

    1 comment:

    1. Sebenarnya ada website yang menjual buku dengan cara gratis, kalau ga salah nulisbuku.com, saya ga tau website masih aktif apa tidak...tapi disitu kita bisa meupload naskah, sampai jika ada yang mau order kita bisa terbitkan berdasarkan permintaan. Cuma untuk website sejenis itu saya hanya takut klo naskah bocor dan di bajak seandainya bgus....

      ReplyDelete