Timor Leste yang Sempat Sebulan Merdeka Sebelum "Dijajah" NKRI, Ingin Kembali?

Daftar Isi [Tutup]

    PojokReview - Alkisah di tahun 1520, pasukan Portugis dipukul mundur Belanda dari Maluku dan akhirnya kabur ke Timor Leste yang kemudian diberi nama Timor Portugis. Nusantara waktu itu berada di bawah kekuasaan Belanda. 


    Demi menyempurnakan kekuasaannya di Hindia, Belanda terus menerus menggoyang kekuasaan Portugis di timur pulau Timor itu. Tapi sayangnya, Portugis begitu kuat di sana. Sampai akhirnya Belanda harus angkat kaki karena dikalahkan Jepang di awal-awal 1940-an pun, Portugis masih tak terganggu di Timor Leste.


    Jepang juga seperti itu. Tak ingin ada setitik noda di daerah yang mereka kuasai. Maka Jepang pun berkali-kali mencoba mengganggu Portugis. Tapi, tetap tak mampu menyingkirkan Portugis dari Pulau Timor sebelah timur itu.


    Maka di tahun 1945, Indonesia merdeka. Timor Leste masih di bawah kekuasaan Portugis. Sampai 5 tahun setelah kemerdekaan, balita Indonesia masih harus mempertahankan kemerdekaan tersebut dari agresi militer Belanda, Timor Leste masih terlalu jauh untuk membicarakan kemerdekaan.


    Sampai masa yang dinantikan datang di tahun 1975. Timor Leste akhirnya berhasil mendeklarasikan diri sebagai negara merdeka dan lepas dari Portugis. Proses kemerdekaan tersebut dibantu pula oleh "negara tetangga" mereka, Indonesia.


    Tapi sayang, tentara Indonesia yang datang ke Timor Leste semakin banyak, setelah 1 bulan deklarasi kemerdekaan tersebut. Tidak tunggu waktu lama, hanya satu bulan setelah deklarasi kemerdekaan, NKRI mengumumkan bahwa Timor Leste menjadi bagian dari NKRI dan menjadi provinsi ke-27 (saat itu provinsi termuda) dan bernama Timor Timur.


    Tahun 1999, Timor Timur akhirnya benar-benar bisa merdeka yang hakiki. Mereka lepas dari Indonesia setelah referendum di tahun yang sama. Nama pejuang kemerdekaan Timor Leste, Xanana Gusmao yang kemudian terpilih menjadi presiden di negeri muda tersebut. 


    Diisukan Ingin Kembali


    Namun di tengah pandemi Covid-19 yang menyerang seluruh negara, tak terkecuali Indonesia, Timor Leste justru mengejutkan dengan isu ingin kembali ke pangkuan NKRI.


    Negara yang memang sudah sangat kesulitan ekonomi karena hanya mengandalkan minyak ini semakin babak belur dihajar pandemi Covid-19. Maka banyak warga Timor Leste yang menyebut bahwa lepas dari Indonesia adalah keputusan yang salah.


    Korupsi juga menjadi masalah yang menahun di negeri baru ini. Peradilan dan hukum sudah kehilangan kepercayaan dan kemiskinan merajalela. Negara ini menjadi negara termiskin di Asean dan nomor 10 paling bawah di dunia.


    Keadaan politik di negeri Lorosae ini juga belum stabil dari tahun 2002 sampai detik ini. Maka sering kali terjadi kerusuhan


    Apakah benar Timor Leste memang ingin kembali seperti isu yang santer dibicarakan? Kemudian, apakah Indonesia mau menerima mereka kembali? 


    Tahun 2019, isu tentang Timor Leste sudah sedemikian santer disebutkan. Namun, ternyata hanya berita palsu (hoaks) saja. Ketika mereka masih berada di bawah "jajahan" Indonesia dulu, sekitar tahun 1998 ke bawah, aliran listrik masih belum seharian. Tapi sekarang sudah bisa 24 jam. Dulu hanya ada 19 orang dokter di seluruh Timor Leste ketika masih provinsi di Indonesia, dan sekarang sudah ada ribuan.


    Sudah banyak kemajuan meski mereka masih negara miskin. Jadi, meski sedang benar-benar sulit dan sebagainya, rasanya kecil kemungkinan mereka akan kembali. Apalagi, setelah ada film tentang "penjajahan Indonesia" yang pernah dirilis beberapa tahun setelah kemerdekaan mereka.

    Tinggalkan Komentar