Thursday, February 11, 2021

author photo
Daun pegagan
Daun pegagan

PojokReview.com - Pernah lihat daun berbentuk kipas dengan warna hijau terang seperti di atas? Yah, daun pegagan, atau disebut pula daun gotu kola, atau nama latinnya Centella asiatica. Daun satu ini lebih sering ditemukan tumbuh secara liar, ketimbang dibudidayakan. Padahal, tanaman yang hanya tumbuh di negara-negara Asia ini merupakan tanaman yang sangat baik untuk menjadi obat sejumlah penyakit, termasuk kulit.


Daun pegagan memang tidak sepopuler obat herbal lokal lainnya. Jahe misalnya yang sudah lama dipercaya sebagai obat herbal. Termasuk bila dibandingkan dengan tanaman obat lain semacam kencur, sambiloto, temulawak dan sebagainya. Namun faktanya, pegagan justru termasuk tanaman obat unggul yang sangat tinggi khasiatnya.


PT Nyonya Meneer misalnya yang khusus memproduksi obat-obatan herbal juga selalu menyertakan daun pegagan dalam resepnya. 


Daun Pegagan Sangat Baik untuk Kulit



Paling dikenal adalah kemampuan daun pegagan dalam mengobati semua masalah kulit, termasuk kecantikan kulit wajah. Sejak dulu, daun pegagan sering digunakan untuk menutup luka agar cepat sembuh dan kering. Jadinya, daun pegagan menjadi salah satu bahan utama untuk obat herbal, kosmetik dan dipercaya menjaga wanita tetap cantik dan awet muda.


Selanjutnya, masih untuk mengobati luka, daun ini justru diekstrak agar luka bekas operasi cepat sembuh karena mengandung triterpenoid yang baik untuk menyembuhkan luka. Kandungan kolagen alami di dalam daun pegagan juga sangat tinggi sehingga sangat baik untuk kesehatan kulit, termasuk di antaranya untuk meningkatkan elastisitas kulit dan akhirnya menjadikan Anda lebih awet muda.


Selain untuk luka dan mencegah penuaan dini, daun pegagan juga dikenal sebagai bahan utama krim anti jerawat. Wakar saja, karena daun pegagan ini mengandung banyak vitamin dan mineral seperti niacin, carotene, vitamin A, B1, B2 dan C juga kaya akan anti oksidan.


Teranyar, penelitian menyebutkan bahwa bekas kehamilan (strecth marks) bisa cepat hilang dengan senyawa terpenoid dalam daun pegagan. Karena itu, sejumlah brand perawatan kulit dunia menggunakan daun pegagan sebagai bahan dalam krim penghilang strecth marks tersebut.


Nah, bagaimana bisa tanaman yang tumbuh liar (mungkin juga bisa ditemukan di sekitaran rumah Anda) ini memiliki khasiat yang luar biasa bagi kulit? Sedangkan di banyak tempat, khususnya daerah pinggiran, daun ini sering dijadikan makanan bagi hewan ternak?


Daun pegagan bisa digunakan dengan dua cara, yakni dikonsumsi dengan air hangat. Anda bisa mengeringkannya terlebih dulu, sebelum menyiramnya dengan air panas. Lalu tunggu hangat, dan daun pegagannya di saring.


Atau, cara kedua adalah dengan ditumbuk sehingga menjadi hancur. Bisa digunakan sebagai krim masker, penutup luka dan sebagainya.


Ide Budidaya Daun Pegagan


Karena sangat mudah tumbuh, maka akan sangat baik bila daun pegagan dibudidaya sendiri. Cara menanamnya tidak begitu sulit dan bisa tumbuh di cuaca tropis seperti Indonesia. Tanaman lokal ini tentunya bisa menjadi komoditas unggulan bila dikelola dengan baik.


Apalagi, selain bisa digunakan sebagai obat, daun ini juga sering digunakan sebagai lalapan untuk menjadikan pengonsumsinya mampu awet muda. Berikut ini cara menanam daun pegagan yang bisa Anda aplikasikan di rumah.


  • Pertama, Anda bisa menyiapkan tunas anakan dari pegagan. Anda bisa membeli bibit indukan yang dijual di banyak tempat, atau mencari dari daun pegagan yang tumbuh di sekitar rumah Anda.
  • Kedua, siapkan polibag untuk menjadi tempat tanam. Campurkan tanah dengan pupuk organik dan letakkan di tempat yang bisa terkena matahari cukup. Tanam bibit yang sudah memiliki calon tunas minimal 2.
  • Ketiga, rawat dengan baik agar bisa tumbuh dengan baik sambil mempersiapkan lahan.
  • Keempat, siapkan lahan dengan ph6 hingga 7 untuk hasil tanam terbaik. Akan sangat baik bila Anda tinggal di daerah dengan curah 20 - 25 derajat celcius dan curah hujan cukup tinggi. Anda bisa siapkan bedengan tanah dan tanam pegagan dengan jarak sekitar 25 cm per tanaman.

Keterangan: Bila Anda tidak punya lahan, Anda bisa menanam di pot berukuran cukup besar. Pastikan tanahnya berkualitas baik dan sudah dicampur dengan pupuk organik.

  • Kelima, beri pemupukan dengan cukup namun hanya pupuk organik. Hindari penggunaan pupuk kimia!
  • Keenam, siram daun pegagan setidaknya sehari dua kali ketika masih kecil. Ketika sudah tumbuh besar, dan curah hujan cukup maka Anda tidak perlu menyiramnya lagi.
  • Ketujuh, bersihkan gulma atau rumput liar dari sekitar pegagan. 


Dengan penanaman dan perawatan yang baik, maka Anda bisa mendapatkan hasil daun pegagan berkualitas tinggi yang bisa menjadi obat atau malah mendapatkan penghasilan tambahan, bila Anda menemukan pasar yang tepat.


Daun Pegagan Sebagai Komoditas Berkelanjutan


Daun Pegagan bisa menjadi komoditas lokal unggulan


Menanam daun pegagan tentunya bisa menjadi komoditas lokal unggulan dan membuka lapangan pekerjaan baru untuk menjadikan masyarakat sejahtera. Sebab, selain bisa menjadi obat kecantikan dengan bahan yang alami, tentunya daun pegagan bisa menjadi komoditas berkelanjutan.


Daun pegagan juga ramah lingkungan dan ramah sosial, mudah ditanam dan mudah juga diaplikasikan menjadi obat herbal atau kecantikan. Tentunya, ini sangat sesuai dengan visi ekonomi lestari, yakni memanfaatkan sekaligus menjaga kelestarian alam untuk peningkatan ekonomi masyarakat.


Terkait Visi Ekonomi Lestari, simak video berikut ini:




This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post