Friday, April 02, 2021

author photo

Analisis Grafolog pada Surat Wasiat Teroris
Analisis Grafolog pada Surat Wasiat Teroris


PojokReview - Ada yang menarik dari analisis grafologi (ilmu tentang analisis tulisan tangan berdasar linguistik dan psikologis) yang dilakukan grafolog Indonesia, Deborah Dewi terhadap tulisan tangan dalam surat wasiat milik Zakiah Aini. Zakiah Aini tentunya menjadi begitu viral di dunia maya beberapa hari terakhir usai aksi terorisme yang berujung kematian di Mabes Polri.


Ditayangkan langsung di televisi swasta Indonesia, Deborah Dewi menyebutkan bahwa Zakiah Aini merupakan sosok yang cemas, dan insecure. Dari analisis tulisan tangan tersebut juga menghasilkan bahwa Zakiah Aini sebenarnya bukan didasari "jihad atas nama agama" melainkan karena kecemasan, insecurity, dan ketakutan.


Zakiah Aini disebutkan ingin mendapatkan pengakuan dan penghargaan yang lebih dari masyarakat atas dirinya. Namun, hal itu tidak didapatkannya.


Maka, ketika ada perekrutan teroris, Zakiah Aini menggunakan atau memanfaatkan hal tersebut sebagai cara untuk menyelesaikan masalah yang dialaminya dengan "solusi beratasnama keagamaan".


Hal itu ditunjukkan lewat tulisan tangan dalam surat wasiatnya. Ada pola tulis yang berulang-ulang digunakan, sekaligus sangat menonjol dalam tulisan tangannya. Dari pembedahan pola tulisan tersebut, Deborah menemukan sebuah interpretasi psikologis pelaku penembakan tersebut.


Hasil analisa Deborah Dewi diperkuat pula dengan keterangan warga sekitar bahwa Zakiah Aini memang sangat jarang berinteraksi dengan warga sekitar. Zakiah Aini adalah seorang yang pendiam, kerap mengurung diri di rumah, dan menghabiskan waktu dengan menjahit.


Lurah Kepala Dua Wetan, Ketua RT 03, dan warga sekitar rumah Zakiah membenarkan hal itu. Pelaku teror satu ini memang dikenal penyendiri. Hal itu juga dibuktikan dengan analisis profil (profiling) yang dilakukan Mabes Polri.


Dipertegas lagi dengan analisa tulisan tangan oleh grafolog, bahwa benar Zakiah adalah seorang yang kerap mengurung diri di kamar. Kemarahan dan ketidakpuasan Zakiah Aini terhadap lingkungan sosialnya disinyalir menjadi faktor utama dirinya nekat melakukan hal tersebut.


Sedangkan aksi "jihad atas nama agama" merupakan salah satu jalan, alias solusi "palsu" untuk menyalurkan kemarahan, ketidakpuasan, ketidakamanan, dan sebagainya yang meletup-letup dalam diri Zakiah Aini.


Tentunya analisis dari grafolog tersebut mampu menjadi pondasi bagi warga Indonesia lainnya untuk mencegah aksi terorisme sejak dini. Apalagi, Presiden RI, Joko Widodo juga sudah menegaskan perlawanan bangsa ini terhadap aksi terorisme. Pembubaran beberapa organisasi berbasis agama yang mengarah ke arah radikalisme, separatisme, dan terorisme juga sudah menjadi jalan pertama yang dilakukan pemerintah untuk pencegahan.


Selain itu, Zakiah Aini juga memperpanjang deretan teroris wanita di Indonesia. Sebelumnya, ada aksi bunuh diri yang dilakukan satu keluarga juga melibatkan seorang teroris wanita. Hal ini cukup memprihatinkan, mengingat aksi terorisme yang biasanya dilakukan oleh lelaki, saat ini juga dilakukan oleh wanita. 

Benefit from fantastic savings on frozen yogurt , just by taking a look at www.creationsfrozenyogurt.com

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post