Review Novel Dan Hujan Pun Berhenti Karya Farida Susanty: Kisah Lintas Masa yang Terjalin Rapi

Daftar Isi [Tutup]
    Novel Dan Hujan pun Berhenti karya Fardia Susanty


    Review Novel
    Judul buku : Dan Hujan pun Berhenti
    Penulis : Farida Susanty
    Editor : A. Ariobimo Nusantara
    Penerbit : Grasindo
    Tahun terbit : 2007
    Jumlah hal. : 322 halaman

    “Kamu mau bunuh diri?”
    “Ya, asal tidak hujan.”


             This is the time. I can’t stand it anymore. I’m not a strong guy  who
           can bear all the pain, the fear, and the   blood of his life   

    Novel ini mengisahkan  bagaimana Leo Strada, siswa sekolah menengah atas yang kehilangan Iris-nya. Satu-satunya perempuan yang ingin berteman dengannya padahal kehidupannya sama urakan dengan penampilannya. Leo selalu dibayang-bayangi kematian  Irisnya, bayang-bayang itu kian muncul ketika Leo dipertemukan dengan Spiza, gadis yang seperti reinkarnasi dari Iris.

    Gadis itu sedang menggantungakan teru-teru bozu , penangkal hujan yang biasa digunakan orang-orang Jepang , dan ia berkata ingin mati sebelum hujan turun. Benar saja selang beberapa hari, Spiza ditemukan berenang di atas darahnya sendiri, percobaan bunuh diri yang digagalkan oleh Leo itu menjadi penghantar kedekatan  mereka.

    Save this blood. Let this be your forgiveness.
    SPZ..

    Semua hal yang terjadi sudah cukup melelahkan bagi Leo, ditambah lagi dengan keluarganya yang berantakan, sekolahnya yang tak terurus. Leo harus benar-benar kuat menghadapi malam-malam  penuh mimpi buruk, kebohongan, kepercayaan  pada orang lain yang dibuang ke tempat sampah. Kelam. Dan Leo tetap harus menyelesaikan misteri dari kematian Iris-nya. Satu-satunya penghangat bagi Leo Strada saat hujan dan dari dinginnya kehidupan.

    Novel yang terdaftar di Library Catalogue of National Library of Australia  ini benar-benar menyajikan jalan cerita yang menarik. Bagi yang tidak menyukai gaya bahasa dan alur yang mainstream, maka  untuk  mulai membaca novel ini bukan  pilihan yang salah. Cerita yang berganti dari kejadian sekarang dan masa lalu terjalin rapi, dan ikut membuat pembaca tenggelam  dalam ceritanya.

    Karakter tokoh dalam  novel ini pun sangat hidup dan memperlihatkan sisi psikologis dari tokohnya, mulai dari tokoh  utama maupun  tokoh-tokoh pendukung lainnya, seperti ayah dan ibu Leo, teman-teman hingga musuh dari seorang Leo Strada. Semuanya sangat memberikan efek tersendiri  disetiap cerita yang disajikan.  Masalah yang hadir juga cukup untuk membuat pembaca emosi ataupun tercengang.



    Forrest Gump bilang kita tidak tahu apa  yang akan kita dapatkan dalam hidup ini. Benarkah? Kalau gue yang bikin tuh kata-kata mutiara, mungkin gue cukup akan bilang gue tidak  mendapatkan apa-apa. Hidup adalah sekumpulan luka. Sekumpulan dosa. - Leo Strada


    Gaya bahasa dalam novel ini  tidak terlalu formal dan  juga terbilang  intens dalam penyampaian setiap narasi. Dialog-dialog yang ada spontan dan liar, seperti benar-benar menggambarkan realitas kehidupan kelam.

    Kalimat-kalimatnya mengalir dan nyaman untuk di baca meskipun ada beberapa kalimat full kapital atau dalam mode full capslock akan sedikit mengganggu bagi  beberapa pembaca. Namun, alur cerita dikemas menarik dan tidak membosankan, meskipun sedikit mendramatisasi di beberapa bagian.

    Novel Dan Hujan pun Berhenti karya Farida Susanty cocok untuk kalian yang suka cerita remaja namun dengan kesan yang sedikit lebih serius dan menghadirkan sisi psikologis serta intinya penulisannya intens, tanpa ampun, spontan dan liar.

    Selain itu, penulis dari novel ini memenangkan Khatulistiwa Literaty Award 2007 - Kategori Penulis Muda Berbakat.  Nah, jadi bisa dibayangin deh kira-kira gimana cerita dan kepenulisannya.

    Tertarik membaca novel satu ini?

    Tinggalkan Komentar