Jan 11, 2021

author photo

PojokReview.com - Pertandingan sepakbola memang kerap berakhir panas, apalagi bila perseteruan antar klub terhitung keras. Salah satu yang paling keras adalah derby, yakni istilah yang digunakan apabila ada tim musuh bebuyutan secara historis bertemu di lapangan.


Ada banyak pertandingan derby yang keras dan panas di dunia ini. Tapi, persaingan antara Brighton & Hove Albion dengan Crystal Palace mungkin jauh lebih keras. Sampai-sampai salah satu tim mengganti logonya.


Awal Perseteruan, Cemoohan Pendukung Lawan



Kedua tim ini, baik Brighton and Hove Albion maupun Crystal Palace awalnya bertarung biasa-biasa saja. Tidak begitu serius apalagi sampai menimbulkan bentrokan fisik.


Semua bermula di akhir 1970-an ketika kedua tim bertemu di daerah Croydon, kandang Crystal Palace. Saat itu, Brighton & Hove Albion baru saja mencapai prestasi dengan naik ke Divisi I dari sebelumnya terbiasa berada di Divisi III.


Ketika para pendukung tim Brighton & Hove Albion merasa tersinggung dengan cemoohan para pendukung garis keras (hooligans) Crystal Palace. Sepele sebenarnya, karena pendukung Crystal Palace hanya sekedar meneriakkan kata Elang (Eagles) yang gagah, merujuk pada logo klubnya.



The Eagles juga menjadi julukan Crystal Palace. Mereka juga terbiasa meneriakkan nama itu pada timnya untuk memberi semangat.


Tapi kali ini berbeda. Karena teriakan Eagles itu seakan-akan mencemooh pendukung Brighton yang memiliki logo ikan lumba-lumba. Burung elang dianggap lebih gagah (oleh pendukung Crystal Palace) ketimbang ikan lumba-lumba.


Padahal ikan lumba-lumba (Dolphins) adalah logo sekaligus ikon klub Brighton & Hove Albion. Dolphins juga menjadi julukan tim mereka. 



Pada pertandingan itu, para pendukung Brighton & Hove Albion meneriakkan nama Seagulls alias burung camar.


Saling teriak antar supporter justru berakhir ricuh. Kedua kubu justru saling bentrok di stadion. Bahkan kejadian saling bentrok itu terus terjadi selama 10 tahun, yakni 1970-an sampai 1980-an.


Kenapa dengan Seagulls?



Mitologi Inggris yang terkenal menceritakan bahwa elang memang raja di udara. Mereka bisa saja menguasai udara apabila tidak kedatangan lawan tangguhnya di udara. Yah, itu adalah burung camar (seagulls).


Teriakan "Eagles" dari pendukung Crystal Palace yang mungkin berarti "kami adalah raja udara" dan mencemooh lumba-lumba-nya Brighton & Hove Albion.


Sedangkan balasan "Seagulls" dari Brighton & Hove Albion justru berarti "kami adalah lawan tangguh untuk kalian".


Maka perseteruan itu bermula, hanya karena teriakan Elang dan Burung Camar.


Lumba-lumba Berubah Jadi Burung Camar


Klub Brighton & Hove Albion akhirnya mengubah logo klub di tahun 1977 menjadi burung Camar. Padahal, sebelumnya sejak tahun 1974, Brighton & Hove Albion sudah terlalu percaya diri dengan logo ikan lumba-lumba.


Hal itu menandai mulainya rivalitas yang keras dengan Crystal Palace. Namun, tahun 1997 klub ini terlempar ke divisi cukup rendah. Bahkan, klub ini nyaris bangkrut kalau saja tidak terjadi pergantian dewan direksi di tahun 2002. 


Klub ini kembali meraih sukses hingga akhirnya berhasil kembali ke Liga Primier Inggris di tahun 2017 setelah 34 tahun absen di divisi teratas liga Inggris tersebut.


Kembalinya Brighton & Hove Albion ke Liga Primier kembali menjadikan pertemuan historis dengan Crystal Palace (yang bahkan mengubah lambang klub tersebut) kembali panas.


Tanggal 18 Oktober 2020 lalu adalah pertemuan teranyar dari Crystal Palace dengan Brighton Albion. Dalam derby yang disebut Derby A23-M23 itu, pertandingan berakhir imbang 1-1. 


Tentu saja, pertarungan itu sangat panas. Sampai wasit harus mengeluarkan 5 kartu kuning dan 1 kartu merah dalam pertandingan itu.


Derby A23-M23


Nama pertemuan dua tim ini adalah "Derby A23-M23". Semuanya bermula dari penamaan oleh media setempat. A23 dan M23 adalah nama jalan yang harus dilalui kedua tim untuk mencapai Stadion Selhurst Park, kandang Crystal Palace. Jalan A23 adalah jalan yang menghubungkan antara kota Brighton ke stadion tersebut.


Jarak markas kedua tim ini sebenarnya sangat berjauhan. Crystal Palace bermarkas di London Borough of Croydon sedangkan Brighton & Hove Albion bermarkas di kota Brighton & Hove. Keduanya berjarak lebih dari 64 km.


Derby A23-M23 akan kembali digelar pada tanggal 20 Februari mendatang.  Saat ini, Crystal Palace berada di posisi 14 dengan total 22 poin sedangkan Brighton & Hove Albion berada di posisi 17, alias satu tingkat di atas zona degradasi dengan total poin 14.


Tentunya, keduanya akan bentrok dengan panas dan keras lagi di akhir Februari 2021. Kita lihat saja nanti.

your advertise here

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post