Friday, April 30, 2021

author photo
Tampilan Sisilia hari ini, tampak kubah masjid Agung Sisilia

pojokreview.com - Pulau Sisilia yang terletak di Italia sebelah selatan menjadi salah satu daerah di Italia yang diperebutkan banyak pihak. Mulai dari Jermanik, kemudian direbut oleh Bizantium di tahun 535, lalu direbut lagi oleh Muslim di tahun 827, pindah ke tangan Norman Sisilia tahun 1038, sampai akhirnya menjadi kerajaan Sisilia tahun 1198. Sisilia pada akhirnya bergabung dengan Italia pasca "Ekspedisi 1000" yang mempertemukan mafia di Sisilia dengan pemerintah Kerajaan Italia era itu.


Namun yang akan menjadi fokus kali ini adalah ketika Sisilia "diakuisisi" oleh pasukan Muslim dari Afrika Utara yakni Kekhalifahan Fatimiyah yang berpusat di Kairo, Mesir. Kekhalifahan ini adalah penentang dinasti Umayah, juga dinasti Abbassiah yang mereka anggap sebagai "perebut kekuasaan" dari tangan Ali bin Abu Thalib. Mereka menyebut diri sebagai Kekhalifahan Fatimiyah, karena mengaku sebagai turunan langsung dari Fatimah binti Muhammad, putri dari Nabi Muhammad SAW.


Saat kekhalifahan ini berada di puncak kejayaannya, mereka menguasai wilayah utara benua Afrika, sampai ke dataran Hijaz. Ditambah lagi, mereka menguasai satu pulau yang sekarang menjadi milik Italia, yakni Sisilia. Saat Sisilia berada di bawah kekuasaan Kekhalifahan Fatimiyah, saat itu ibukota Sisilia adalah Palermo.


Kekhalifahan Fatimiyah ini hanya berlangsung dua periode khalifah, antara lain Abdullah al-Mahdih Billah yang merupakan khalifah pertama. Dilanjutkan dengan al-Adid yang merupakan khalifah kedua, sekaligus yang terakhir. Masa "aktif" kekhalifahan ini ialah dari tahun 909 hingga 1171. Fatimiyah berhasil menguasai Mesir dan menjadikan Kairo sebagai pusat negara. Namun, tepat di tanggal 17 September 1171, Saladin berhasil menggulingkan kekhalifahan ini dan merebut semua wilayah yang dimilikinya, kecuali Sisilia.


Dinasti yang memimpin di Sisilia disebut Kalbids. Sebelumnya, terjadi pertempuran besar antara pasukan kekhalifahan Fatimiyah dan nama Abu'l Qasim berhasil mengalahkan tentara Jerman dari pulau Sisilia di tahun 982. Lewat perang yang terjadi di Crotone itu, tentara Jerman mundur dari pulau Sisilia. Dinasti Fatimiyah yang berhasil menguasai pulau Sisilia menunjuk al-Kalbi sebagai pemimpin di pulau tersebut. Nama al-Kalbi inilah yang menjadikan dinasti yang menguasai Sisilia disebut Kalbids.


Selama dikuasai Muslim, maka budaya Islam dan Arab juga ikut memengaruhi budaya asli Sisilia. Karena itu, ada banyak kata dalam bahasa Sisilia juga berasal dari bahasa Arab. Bahasa Arab yang digunakan di Sisilia banyak bercampur dengan bahasa setempat sehingga disebut pula sebagai bahasa Sisulo-Arab yang sekarang berkembang menjadi bahasa Malta (digunakan di kepulauan Malta).


Kubah Muqarna, peninggalan budaya Arab yang masih ada di Sisilia hingga saat ini

Emirat Sisilia berpusat di Palermo dengan lebih dari ratusan toko dan ribuan pedagang berada di sana. Saat itu, Palermo menjadi pusat perdagangan di sekitaran Laut Mediterania. Saat itu, Sisilia juga tidak hanya dihuni oleh Muslim, tapi juga Kristen ortodoks, Yahudi, dan berbagai pemeluk agama lainnya yang hidup berdampingan dengan damai.


Namun, setelah berkuasa di Pulau Sisilia sekitar dua abad, Emirat Sisilia mulai terusik dengan pertengkaran di dalam dinasti Muslim sendiri. Dua dinasti besar, Umayah dan Abassiah kembali terlibat konflik dan dinasti Fatimiyah menjadi korbannya. Sedangkan di dalam pulau Sisilia sendiri, konflik antara Muslim dengan Yahudi juga melemahkan kekuatan Muslim di pulau tersebut.


Hingga akhirnya kerajaan besar Bizantium datang ke Sisilia dibantu oleh Varangian dan Norman yang merupakan tentara bayaran. Setelah Bizantium mundur dari pulau tersebut usai penyerangan besar-besaran, Normandia justru kembali dan melakukan penyerangan. Pelan-pelan, dengan 700 ksatria yang kuat, pasukan Normandia menguasai satu persatu kota-kota di Sisilia. Dimulai dari Apulia, lalu Calabria, kemudian Mesina. Sampai akhirnya, benteng Arab terakhir di Palermo juga berhasil mereka taklukkan.


Maka sejarah panjang kekuasaan muslim di Palermo terhenti di tahun 1091. Sisilia jatuh ke tangan bangsa Norman yang berkuasa di sana hingga lebih dari satu abad.

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post