close

Wednesday, May 26, 2021

author photo


PojokReview.com - Bila dulu Anda membayangkan untuk menjadi pemodal, investor, atau pemberi pinjaman dana adalah seorang miliarder dengan dana besar, serta di-backup dengan perusahaan yang besar juga, bukan?


Namun, untuk menjadi seorang investor, setidaknya Anda perlu belajar terlebih dulu. Bagi Anda yang masih mahasiswa, atau mungkin baru tamat namun belum ada pekerjaan tetap, Anda bisa mencoba belajar investasi di sejumlah UMKM, perusahaan kecil sampai perusahaan besar di sejumlah website dan aplikasi P2P lending.


Apa itu P2P Lending


P2P lending, alias peer-to-peer lending merujuk pada aktivitas penyelenggaraan jasa keuangan dengan berbasis teknologi dan jaringan internet. Dengan demikian, peminjam dana akan dipertemukan dengan pemberi pinjaman secara daring.


Tentunya, Anda mesti lebih berhati-hati memilih penyedia jasa P2P lending di Indonesia. Tercatat lebih dari 182 P2P yang tidak berijin sudah ditutup. Untuk lebih aman, Anda mesti melihat dan melakukan pengecekan P2P Lending di OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan pastikan bahwa penyedia jasa P2P tersebut sudah terdaftar dan berijin di OJK.


Namun, bagaimana cara menjadi investor bila hanya punya "uang receh"? Sejumlah website dan aplikasi menjadikan Anda bisa mewujudkan impian menjadi investor bahkan ke perusahaan besar sekalipun hanya dengan uang receh.


Jadi Investor Modal Mulai Dari Rp25.000 di Modal Rakyat


Salah satu aplikasi P2P Lending yang direkomendasikan adalah ModalRakyat.id. Salah satu keunikan di ModalRakyat.id ini adalah Anda bisa mendanai perusahaan dan UMKM yang membutuhkan suntikan dana segar mulai dari Rp25.000.


Kenapa bisa? Karena sistemnya gotong royong. Kita anggap saja, ada sebuah counter pulsa yang membutuhkan dana Rp1 juta lalu meminjam ke ModalRakyat. Kemudian, ModalRakyat akan membuka semacam penggalangan dana untuk dipinjamkan. Saat itu, sejumlah pendana yang terdaftar di aplikasi atau website ModalRakyat akan bergotongroyong memberikan pinjaman yang dibutuhkan.


Jumlah minimal yang bisa disetorkan adalah Rp25.000. Lalu, anggap saja Anda mendanai perusahaan tersebut Rp25.000 dan nyaris semua pendana melakukan hal yang sama. Hasilnya, terkumpul sekitar 40 orang pendana dengan total dana Rp1 juta yang dipinjamkan pada counter pulsa yang membutuhkan dana pinjaman tadi.


Mungkin pemilik counter pulsa itu butuh dana pinjaman untuk kemudian dijadikan modal. Peminjam memilih durasi pengembalian selama 30 hari, dengan bunga efektif 16% p.a.


Untuk para peminjam, Anda bisa melihat portofolio perusahaan atau UMKM untuk melihat apakah mereka pernah telat melakukan pembayaran, atau malah pernah tidak bayar. Hal itu dibutuhkan sebagai riset awal Anda sebelum memutuskan untuk ikut mendanai.


Selanjutnya, 30 hari kemudian counter pulsa tersebut mengembalikan pinjaman. Pinjaman tersebut ditambah bunga berarti dikembalikan sekitar Rp 1.160.000. Dan imbal hasil Rp160.000 inilah yang kemudian dibagi lagi dari sejumlah pendana. Hasilnya, dana sebesar Rp25.000 yang Anda pinjamkan tersebut akan dikembalikan lagi ditambah dengan imbal hasil. Anggap saja, dana yang kembali ke Anda adalah Rp26.000.


Setelah uang Anda kembali lagi, maka Anda bisa memilih untuk menariknya ke rekening Anda, atau digunakan untuk mendanai perusahaan yang lainnya.


Anda bisa dengan mudah dan cepat melakukan top up dana yang Anda miliki di website atau aplikasi tersebut. Tentunya, dengan minimal pendanaan hingga Rp25.000 menjadikan anak SMA saja bisa belajar menjadi investor. Berikutnya, tinggal memelajari risiko, dan keuntungan baru belajar lagi dengan investasi dana yang lebih besar.


Tertarik untuk belajar mendanai sejumlah perusahaan mulai dari mikro hingga perusahaan besar dengan dana "receh"? Silahkan daftarkan diri Anda ke ModalRakyat.id. Atau, Anda bisa mengunduh aplikasinya di Playstore dengan gratis.


Yuk, belajar jadi investor sejak dini.

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post