Friday, June 04, 2021

author photo


Seorang siswi SMP datang pada seorang penulis yang dikenalnya lewat karya. Saat itu sedang peluncuran buku terbaru penulis yang namanya sedang naik daun karena karya terbarunya dapat penghargaan di luar negeri. Siswi itu dengan malu-malu menyodorkan buku yang baru dibelinya, lalu meminta tanda tangan.


Si penulis bertanya, apakah mau menjadi penulis juga suatu hari nanti? Siswi SMP itu tidak malu-malu langsung mengangguk. Ia lalu mengambil buku di dalam tasnya berjudul "Mahir Menulis Buku hanya dalam 1 Minggu".


Si penulis terkejut, mungkin shock. Ia langsung memegang jantungnya, karena takut tiba-tiba terkena serangan jantung. Ia lalu berkata, bahwa buku ketiganya yang saat ini baru diluncurkan tahun 2020 itu, sudah mulai ditulis sejak tahun 1995. Yah, 25 tahun proses penulisannya. Penulis itu juga berkata bahwa anaknya yang saat itu masih berusia 1 tahun ketika ia mulai menulis buku terbarunya. Sekarang, anaknya sudah menggendong cucunya yang pertama dan berusia 1 tahun juga.


"Dik, kau tahu kenapa Christiano Ronaldo itu menjadi megabintang?"

"Karena dia hebat," jawab siswi SMP.

"Kau tahu, kenapa dia hebat?"

"Karena dia berlatih."

"Tepat! Dan ia mulai berlatih bukan minggu lalu, juga bukan bulan lalu, bahkan juga bukan tahun lalu. Tapi sejak ia masih sangat kecil, dan terus dilakukannya setiap hari."


Menulis, membutuhkan kemampuan, kemauan, penghayatan, serta pengetahuan dan pengalaman. Tulisan-tulisan yang lahir sebagai mahakarya dari penulis-penulis kelas dunia yang meraih nobel misalnya, bukan tulisan yang didapat dari hasil berlatih dalam waktu yang sebentar. Menulis itu adalah sebuah proses. Seseorang bisa menjadi mahir, membutuhkan pengalaman yang panjang, pengetahuan yang luas, penghayatan, kemampuan, dan tentunya kemauan.


Ada seseorang yang hidupnya di masa lalu benar-benar suram, hancur dan remuk redam. Ia bahkan frustasi, dan hampir bunuh diri. Virginia Wolf misalnya, yang melalui masa yang sulit namun mencoba bertahan dan mengisahkan semua perasaannya lewat tulisan. Semua pengalaman menjadikan seorang penulis menjadi matang, dan berpikir matang membentuk kedewasaan. Kedewasaan membentuk kesabaran menjalani proses. Itu kuncinya.


Dimensi finansial dari pekerjaan "penulis" berbeda dengan kebanyakan pekerjaan ekonomis lainnya. Tidak ada penulis yang bisa mengeluarkan mahakarya dengan rutin setiap bulan. Anda tidak bisa berpikir bahwa menulis adalah bekerja (dengan cara menulis buku) lalu setelah selesai akan mendapatkan bayaran. Kalaupun iya seperti itu, maka periode kefinansialannya yang sangat berbeda.


Bayangkan salah satu buku terlaris di dunia berjudul How to Kill a Mocking Bird karya Harper Lee itu baru menghasilkan uang ketika karya itu berumur lebih dari 30 tahun? 


Menulis adalah sebuah proses, semakin banyak yang dilalui, semakin banyak yang dipelajari, dan semakin banyak yang dibaca, maka hasilnya akan semakin matang. Setidaknya, syarat utama dari sebuah mahakarya adalah "kematangan". Anda akan menerbitkan buku pertama Anda, tapi mungkin akan lebih matang buku kedua. Lalu, buku ketiga dan seterusnya akan semakin matang. Itu namanya proses.


Dan ingat, tidak ada "cara cepat" alias shortcut untuk menjadi penulis hebat yang mengeluarkan karya hebat pula. Novelis hebat yang mengeluarkan novel hebat tentunya tidak pernah mendapatkan "shortcut" untuk melewati prosesnya.


Maka dari itu, bila Anda bercita-cita menjadi penulis, jangan pernah tertipu atau tergiur dengan tipuan "cara cepat bisa menulis", atau "mahir menulis novel hanya dalam 1 minggu," atau setipe-tipe itu. Tidak ada bintang yang lahir langsung menjadi bintang. Semua butuh proses, dan proses itu tidak gampang, juga tidak sebentar. Terpenting, tetap semangat meraih mimpi, apapun impian Anda.

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post