close

Friday, January 14, 2022

author photo

Tembok Berlin hari ini
 

PojokReview - Kisah ini terjadi di tahun era 60-an di Jerman. Saat itu, Jerman terbelah dua menjadi Jerman Barat dan Jerman Timur. Jerman Barat beribukota di Bonn , sedangkan Jerman Timur beribukota di Berlin Timur. Semuanya bermula sejak Perang Dunia II pecah di tahun 1939, dan Jerman yang kalah menghadapi Sekutu sekaligus Uni Soviet, dua kekuatan terbesar dunia saat itu.


Nazi jatuh, Adolf Hitler bunuh diri, dan itu belum menjadi ujung dari penderitaan rakyat Jerman. Tahun 1945, setelah perang berakhir, Jerman dibagi dua karena Uni Soviet menolak usulan rekonstruksi Jerman. Jerman Timur dikuasai Soviet, sedangkan Jerman Barat dipengaruhi Sekutu. 


Tahun 1949, Jerman dibelah dua. Ada Republik Federal Jerman alias Jerman Barat, dan juga Republik Demokratik Jerman alias Jerman Timur. Tapi masalahnya adalah, kota dengan penduduk terpadat sekaligus ibukota Jerman, Berlin, tepat berada di tengah-tengah "pembelahan Jerman" tersebut. Hasilnya adalah, dibangun sebuah tembok yang memisahkan Berlin Barat dengan Berlin Timur. Tembok yang legendaris inilah yang kemudian dikenal dengan nama Tembok Berlin.


Pembangunan tembok tersebut dimulai dengan cerita tentang kehidupan Jerman Timur dan Jerman Barat sangat tidak berimbang. Termasuk juga kehidupan dua "tetangga" Berlin Barat dan Berlin Timur. Para profesional muda, tenaga ahli, dan orang-orang terlatih di Jerman Timur kehilangan pekerjaan. Hasilnya, mereka mencoba melarikan diri melintasi perbatasan.


Meski tahun 1950 pembatasan yang ketat dilakukan, dan imigran yang pindah dari timur ke barat berhasil dihentikan, namun tidak berhasil mengubah bagian timur Berlin menjadi bagian yang kehilangan tenaga kerja, terutama tenaga kerja ahli. Maka Berlin Timur semakin miskin, Berlin Barat semakin makmur.


Jerman Barat mengalami pertumbuhan ekonomi yang sangat tinggi dengan dukungan negara liberal yang kapitalis. Sedangkan Jerman Timur yang komunis, semakin lama justru semakin miskin. Gelombang orang-orang yang pindah meninggalkan bagian timur semakin banyak, bahkan mencapai 2,7 juta orang. 


Hal itulah yang membuat pemerintah Jerman Timur membangun sebuah tembok raksasa yang memisahkan kota Berlin. Jerman Barat mengecam pembangunan tersebut, bahkan Amerika Serikat juga mengecamnya. Namun Jerman Timur tidak mengurungkan niatnya membangun tembok tersebut. 


Sampah dibalas Roti


Tentunya cerita tentang berdirinya tembok Berlin sudah cukup familiar di telinga Anda, bukan? Yah, tembok yang pada akhirnya dirobohkan pada tahun 1989 tersebut menjadi sebuah sejarah yang pahit bagi sebelah timur Jerman. Tembok beton kokoh setinggi 4 meter dan berlapis dua itu diberi kawat di atasnya. Siapapun yang memanjatnya tanpa izin akan mengalami robek atau luka di kulitnya.


Pada akhirnya, kesenjangan ekonomi tersebut membuat warga Berlin Timur iri dengan Berlin Barat. Mereka pada akhirnya mencoba melakukan protes dengan cara melemparkan sejumlah sampah dari sebelah timur.


Hal itu mereka lakukan berhari-hari, hingga bagian barat tembok menjadi penuh dengan sampah yang bertumpukan. Melihat tumpukan sampah yang dikerubungi lalat juga bau tak sedap tersebut, warga yang tinggal di barat Tembok Berlin berencana melakukan pembalasan.


Warga Berlin Barat berkumpul dan merencanakan serangan balasan. Ternyata, balasannya tidak diduga. Warga Berlin Barat justru mengumpulkan roti, kue, tepung, susu, dan sebagainya. Kemudian, mereka melemparkannya melewati dinding ke sebelah timur.


Pemandangan berbeda dengan Berlin Barat yang sepanjang temboknya dipenuhi sampah, Berlin Timur justru memiliki tumpukan bahan makanan di luar tembok mereka. Namun, ada pesan yang tertulis bersama makanan yang mereka lemparkan lewat tembok.


"Kita hanya melemparkan apa yang kita punya."


Tentu saja pesan menohok itu membuat Berlin Timur berhenti melemparkan sampah dari seberang. Berlin Barat menganggap bahwa Berlin Timur melemparkan sampah, karena mereka memang hanya punya sampah. Sedangkan Berlin Barat melemparkan makanan, karena mereka punya kemampuan untuk membeli dan "melemparkan" makanan tersebut.


Apa yang bisa dipetik dari kisah ini? Yah, ketika orang-orang melemparkan sampah kepada Anda, dan Anda membalas dengan hal yang sama, maka Anda berarti sama dengan mereka. Banyak hal di dunia ini yang tidak bisa diubah dengan kekerasan, juga dengan perlakuan yang sama. Berhenti menjadi seorang yang bar-bar, dan mulailah peduli pada sesama, hal itu akan mengubah dunia. Yah, mengubah dunia itu dimulai dari satu langkah yang kecil, yakni mengubah diri Anda sendiri.


Lihatlah, bagaimana satu tindakan kecil pada akhirnya memicu sebuah perubahan besar. Warga Berlin Barat akhirnya berdemo selama berminggu-minggu agar tembok tersebut dirobohkan dan Jerman kembali bersatu, khususnya Berlin. Begitu juga warga Berlin Timur yang juga berdemo selama berminggu-minggu. Pada akhirnya, Tembok Berlin dirobohkan, dan hanya menyisahkan beberapa tembok saja. Saat itu, sisa-sisa tembok Berlin tersebut sudah menjadi situs sejarah bangsa Jerman.

This post have 0 komentar

This Is The Newest Post
Previous article Previous Post