![]() |
| Narasi Lain tentang Manusia Pertama Selain Adam - Hawa |
Pojok Review - Kisah mitologis (dalam beberapa keyakinan disebut sebagai kisah historis) tentang manusia pertama yang paling populer tentu adalah kisah pasangan Adam dan Hawa. Adam hidup dalam kondisi tanpa kematian, yang kemudian berubah setelah pelanggaran terhadap larangan ilahi. Ia kehilangan semua "previlege" tersebut karena melanggar aturan "makan buah kehidupan", itupun karena Hawa tergoda iblis. Pelanggaran itu menyebabkan keduanya, baik Adam maupun Hawa, terusir dari surga dan terlempar ke dunia. Di dunia, kedua orang ini memulai kehidupan dan menjadi dua manusia pertama di dunia.
Kisah ini ditemukan di dalam kitab-kitab suci pemeluk agama Abrahamik (Yahudi-Kristen-Islam). Kisah yang paling "tua" tentang Adam-Hawa ditemukan dalam Kitab Kejadian (Genesis) yang merupakan kitab pertama dalam Torah (Taurat) dan Perjanjian Lama Kristen. Dari pasal 1 hingga 11 diceritakan kisah kejatuhan Adam dan Hawa dari Surga, sampai kisah banjir di zaman Nuh, Henokh/Enoch (Idris), Noah (Nuh), dan kisah menara Babel. (Pasal selanjutnya, dari 12 hingga 50 menceritakan semua leluhur bangsa Israel mulai, dari Abrahm, sampai Yakob (Yakub), Yusuf, dan seterusnya)
Kembali ke kisah Adam-Hawa, apakah kisah dua manusia pertama ini lahir dari ruang kosong? Keduanya tiba-tiba ada dalam Genesis?
Jauh sebelum Genesis, setidaknya ada tiga peradaban yang lebih kuno di Timur Tengah yang juga memuat kisah "Adam-Hawa" ini. Tentunya, ini berbeda dengan kisah Manu, manusia pertama versi Hindu yang berkembang di India. Kisah Manu berbeda dengan kisah Adam yang linear. Kisah Manu justru sirkular, di mana satu siklus kosmik selalu dimulai dengan manusia pertama bernama Manu sebanyak 14 kali. Misalnya, setelah banjir besar (yang mirip dengan kisah Noah), seluruh manusia habis, lahir lagi seorang bernama Manu untuk me-restart kehidupan. Ini menjadi awal dari kisah "reinkarnasi" dalam kepercayaan India.
Bagaimana kisah penciptaan manusia di peradaban yang lebih tua? Berikut ringkasannya.
Enkidu - Shamhat (dalam Epos Gilgamesh)
Dalam Epos Gilgamesh yang terkenal itu, muncul nama sahabat Gilgamesh bernama Enkidu. Kisah ini setidaknya ditulis pada tahun 2100 SM. Menariknya, kisah Enkidu yang merupakan manusia liar, kemudian bertransformasi menjadi "manusia" karena bertemu dan berhubungan seksual dengan sosok perempuan bernama Shamhat, justru ditemukan baru-baru ini. Dari artikel yang ditulis Sophus Helle berjudul New Gilgamesh Fragment: Enkidu's Sexual Exploits Doubled (2018), Helle menulis bagaimana penemuan Alexandra Kleinerman dan Alhena Gadotti di tahun 2015, yakni fragmen lain dari Epos Gilgamesh, menceritakan bagaimana hubungan antara Shamhat dan Enkidu.
Andrew George, peneliti yang menerjemahkan fragmen itu menemukan kisah Enkidu yang bercinta selama dua minggu dengan Shamhat, sehingga mengubahnya menjadi "manusia" seperti bentuk manusia modern. Yah, kisah Gilgamesh yang diyakini sebagai salah satu karya sastra tertua yang ada di dunia, dan ditulis dalam teks aksara paku baru ditemukan belasan lempengan. Dalam kisah itu, tidak hanya kisah Gilgamesh, tapi juga kisah Enkidu dan pertemuannya dengan Shamhat yang mengubahnya menjadi manusia utuh.
Pertemuan dan rayuan Shamhat membuat Enkidu yang tadinya sangat alami dan liar, berubah menjadi seorang yang memiliki kesadaran, budaya, dan akhirnya juga mati, tidak lagi abadi.
Adapa (Akkadia 1900 SM)
Dulunya, manusia adalah makhluk abadi. Namun, seseorang bernama Adapa adalah seorang yang (tanpa sadar) menolak karunia keabadian ini. Lalu, ia menjadikan keturunannya menjadi makhluk yang tidak lagi abadi, tapi menjadi seorang yang bijaksana, memiliki kesadaran, dan berpikir. Adapa ini yang menjadi cikal bakal manusia saat ini. Bahkan nama Adapa itupun berarti "bijaksana".
Kisah Adapa ditemukan dalam temuan Perpustakaan Ashurbanipal, dan kisah paling tua tentang Adapa ditemukan dalam tablet Me-turan (Tell Haddad) yang tertulis dalam bahasa Sumeria (Niels-Erik Andreasen, 1981). Menariknya, ada beberapa tablet berbahasa Sumeria yang sempat menyebutkan bahwa Adapa (disebut dengan nama Apkallu yang juga berarti bijaksana) sebagai makhluk setengah ikan. Sehingga setelah kejadian banjir besar di Eridu, Adapa menjadi orang yang memulai kehidupan kembali.
Enki - Ninhursag (Sumeria, 2600 SM)
Kisah ini tertulis di tablet yang ditemukan dari periode Ur III (Babilonia awal). Tablet tersebut diperkirakan muncul dari tahun 2000 SM, namun kisah yang tertulis diyakini telah muncul terlebih dulu dalam tradisi lisan sejak periode Sumeria awal (2600 SM). Kedua orang ini hidup di sebuah dunia yang sangat indah, dan diberi nama Dilmun (Dunia murni). Ini adalah konsep "Eden" atau "Jannah" (atau surga) yang paling tua.
Enki sebenarnya adalah dewa tertinggi, dewa kebijaksanaan, dan tentunya bukan manusia. Ninhursag, atau dewi Ninmah, merupakan dewi Ibu. Dalam kisah Enuma Elish yang diterjemahkan oleh arkeolog Inggris, Austen Henry Layard, Enki bekerjasama dengan Ninhursag untuk menciptakan manusia dari tanah liat. Menariknya, nama Ninhursag aslinya adalah Nin-ti, yang berarti "tulang rusuk". Dan bahasa Ibrani dari Ninhursag adalah Chavvah (Eva) atau Hawa.


.jpg)
This post have 0 komentar