4 Jenis Kepribadian Manusia Berdasar Teori Proto-psikologis, Anda Masuk yang Mana?



PojokReview - Setiap manusia tentunya memiliki keunikan masing-masing. Dari miliaran manusia yang ada di bumi, tentunya ada miliaran pula perbedaan, tapi juga ada kesamaan di antaranya.

Berdasarkan kajian yang dirilis laman IPFS, berdasarkan teori proto-psikologis, manusia terbagi menjadi empat, yakni Sanguinis, Koleris, Melankolis dan Plegmatis.

Berikut penjelasannya:

4 Jenis Kepribadian Manusia


1. Sanguinis


Orang dengan tipe sanguinis disebut sebagai orang yang optimis, aktif dan memiliki kemampuan beradaptasi dengan sosial dan lingkungan. 

Kelebihan: Kelebihan utamanya adalah suka akan petualangan, lebih optimis, selalu riang dan gembira, kreatif sehingga cenderung menjadi seniman, marketing, chef, atlet dan sebagainya.

Kekurangan: pembosan, dan selalu mencari kesenangan baru. Tipe ini kerap pula menjadikan manusia dengan tipe ini jadi sering selingkuh.

2. Plegmatis


Plegmatis adalah orang-orang yang santai, tidak suka diganggu juga tidak suka mengganggu, mudah memaafkan dan cinta damai.

Kelebihan: Selalu menjadi pasangan yang setia, penuh kasih dan penuh perhatian pada sesama. Tipe ini juga selalu memilih untuk menghindari konflik, beramal, mencintai perdamaian dan keharmonisan. Sehingga, cenderung menjadi seorang perawat, guru, psikolog, pekerja sosial dan setipenya.

Kekurangan: Tipe satu ini kerap kurang kreatif, dan terbiasa melakukan hal yang sama berulang-ulang. Tidak terlalu tertarik untuk menciptakan inovasi terbaru, juga tidak suka hal-hal yang berbau kontroversi, misalnya demonstrasi atau marah-marah karena ketidak adilan.

3. Koleris


Tipe satu ini disebut untuk orang yang cepat marah, cepat pula tersinggung, dan emosional.

Kelebihan: tipe satu ini kerap berisi orang-orang yang cerdas, logis, dan menyukai sesuatu yang praktis, to the point dan analitis. Mereka suka berkumpul dengan orang-orang yang punya kemampuan yang sama, dan pandai mengelola sesuatu. Orang-orang koleris cenderung bekerja di bidang teknik, teknologi, statistik, manajer, pengelolaan dan setipenya.

Kekurangan: Suka mengeluh, juga lebih baik memiliki sedikit teman, daripada memiliki teman banyak tapi kepribadiannya lemah. Dengan kata lain, ia lebih suka menyendiri, ketimbang harus berkumpul dengan orang-orang yang dianggapnya tidak sepadan secara kemampuan.

4. Melankolis


Tipe yang satu ini adalah orang-orang yang bijak, tenang, mengambil kesimpulan dengan analisa dan tidak gegabah.

Kelebihan: tipe satu ini juga tipe yang sangat setia terhadap pasangan, juga teman-teman dan anak-anaknya. Dalam mengambil sesuatu, tidak gegabah. Mereka sangat teliti, akurat dan cenderung menghindari hal-hal yang berbau eksperimen. Pekerjaan semacam akuntan, manajer, administrasi dan setipenya akan sangat cocok dengan tipe ini.

Kekurangan: Karena tidak suka dengan hal-hal berbau petualangan, dan hal-hal yang baru, maka cenderung kaku alias saklek. Kebenaran yang dipercayanya dari kecil, akan terus dipegangnya sampai mati. Tradisi apapun yang sudah dijalaninya secara turun temurun, akan tetap ada sampai ia meninggal nanti. Jadi, kalau misalnya tradisi yang dipegangnya adalah wanita memasak dan menyiapkan makanan untuk suami, maka meski apapun keadaannya (kecuali sekarat atau mati) wanita harus tetap melaksanakan itu.

Nah, mana yang merupakan kategori Anda? Tidak hanya satu, manusia rata-rata memiliki dua tipe sekaligus dalam kadar yang berbeda. Ada yang 70-30 misalnya 70 melankolis 30 plegmatis. Ada juga yang 50-50, misalnya 50 sanguinis dan 50 koleris.

Jadi, sudah Anda analisa sendiri, masuk dalam kategori apa Anda?

Untuk lebih jelasnya, Anda bisa membaca buku-buku bertema psikologi untuk mengenali psikologi diri Anda sendiri dan orang lain. Tentunya, Rekomendasi Novel bertema Psikologi berikut ini bisa menjadi pembuka jalan untuk Anda lebih mengenal ilmu kejiwaan ini.

No comments:

Powered by Blogger.