Inspirasi dari Korea Selatan, Negara Termiskin yang Menjadi Salah Satu Negara Terkaya

Gemerlap Ibukota Korea Selatan, Seoul
PojokReview - Bicara tentang Korea Selatan, maka Anda akan segera terbayang deretan gadis cantik yang menari-nari dengan pakaian seksinya, atau deretan lelaki tampan yang jago bernyanyi dan menari. Yah, boyband dan girlband asal Korea Selatan tidak hanya menjadi bintang di negaranya, tapi di seluruh dunia.

Beberapa waktu lalu, film produksi negara tersebut menjadi film terbaik di ajang Oscar, yang berarti ditasbihkan menjadi film terbaik dunia tahun 2019. Ibukota Korea Selatan, Seoul, adalah kota metropolitan terbesar ke-4 dunia, setelah Tokyo, New York dan LA.

Perusahaan elektronik mulai dari sepeda motor, sampai kereta cepat, mulai dari kalkulator sampai smartphone dan berbagai alat elektronik lainnya menjadi salah satu produk terbaik di dunia dan beredar ke seluruh dunia. Maka, perusahaan elektronik dan teknologi dari Korea Selatan menjelma menjadi perusahaan tersukses di dunia.

Kota Seoul, sebagai kota Metropolitan nomor 4 dunia
Ditilik dari ekonomi, dengan perhitungan GDP nominal dan pendapatan perkapita, maka Korea Selatan menjadi negara terkaya nomor 11 di dunia. Hal itu menjadikan Korea Selatan berada di jejeran negara maju di dunia, serta ikut memengaruhi ekonomi dunia.

Dari segi olahraga, di Asia, tim olahraga dari Korea Selatan menjadi salah satu yang terkuat. Apalagi sepakbola, khususnya setelah berhasil menjadi tuan rumah Piala Dunia 2002 bersama Jepang, dan menjadi Piala Dunia pertama yang digelar di benua Asia. Pemain sepakbola asal negara tersebut rata-rata bermain di Eropa, sedangkan liga sepakbola lokal menjadi salah satu yang terbaik di Asia.

Siapapun percaya, bahwa Korea Selatan juga menjadi salah satu destinasi wisata terfavorit di dunia. Tapi, hal yang membuatnya menjadi mengagumkan bukanlah betapa kayanya negeri di semenanjung Korea itu. Bagaimana negara tersebut bisa berjuang menjadi negara maju, padahal memulainya dari salah satu negara termiskin di dunia?

Korea Sebagai Negara Termiskin di Dunia

Pemandangan kota Seoul zaman dulu, pasca perang Korea (sumber: Quora)
Korea Selatan pernah menjadi salah satu dari negara termiskin di dunia, tepatnya ketika perang Korea berkecamuk di semenanjung korea. Saat itu, wilayah utara (sekarang Korea Utara) dibantu oleh Rusia dan wilayah selatan (sekarang Korea Selatan) dibantu oleh Jepang dan Amerika Serikat. Hal itu juga yang memengaruhi dua negara itu memiliki perbedaan ideologi, karena dipengaruhi oleh negara yang membantunya.

Saat itu, Korea Selatan benar-benar rusak karena perang. Nyaris seluruh bagian negara ini hancur lebur. Lalu, setelah perang berakhir, dimulailah era baru negara ini. Sayangnya, dua kali kudeta menghiasi negara tersebut, setidaknya dalam 6 dekade terakhir.

Korea Selatan akhirnya menjadi negara demokrasi 3 dekade silam. Ini berarti, Korea Selatan yang saat ini kita kenal merupakan negara yang baru berdiri 30 tahun lalu. Karena sebelumnya, bentuk negara ini masih monarki.

Karena begitu miskinnya, ada banyak tempat kumuh di negara ini, khususnya di tepian sungai Han. Orang-orang biasa mengais barang-barang seperti besi, alumunium dan bahan-bahan lainya dari balik reruntuhan untuk kemudian dijual kembali sehingga berhasil mendapatkan makan.

Rumah kumuh di tepian Sungai Han, Korea Selatan
Oleh karena itu, kalimat sapaan yang paling terkenal pada zaman itu yang dilontarkan orang Korea ketika bertemu (bahkan meski mereka tidak saling kenal) adalah "Sudahkah Anda makan hari ini?"

Harapan hidup rata-rata orang Korea Selatan saat itu tidak lebih dari 50 tahun. Semua orang kesulitan hidup dan sulit menafkahi keluarganya, sehingga banyak penyakit dan hal lain yang menyebabkan Korea Selatan menjadi negara dengan angka harapan hidup paling rendah di Asia Timur.

Tapi, bukan sebuah keajaiban, ketika ekonomi negara tersebut seketika meroket. Korea Selatan bersama Jepang menjelma menjadi macan Asia, penguasa ekonomi Asia. Tentunya, kerja keras dan inisiatif untuk melakukan terobosan dan penemuan menjadikan Korea Selatan mampu menjadi negara yang sanggup bersaing dengan negara-negara sekitarnya.

Jadi, apakah negara kita akhirnya sanggup untuk bersaing dengan negara satu ini? Kenapa tidak! Selama etos kerja, disiplin, rajin belajar dan hasrat untuk membuat terobosan dan penemuan baru berdasar teknologi dan ilmu pengetahuan terus dikembangkan, negara paling miskin pun bisa menjadi negara yang maju.

No comments:

Powered by Blogger.