Kisah Menarik dan Berbahaya di Balik Penemuan Obat Rabies

Louis Pasteur penemu obat rabies


PojokReview - Kisah penemuan obat rabies, alias penyakit yang disebabkan karena gigitan anjing gila sudah ditemukan oleh Louis Pasteur sekitar 2 abad silam. Tapi, kisah penemuannya begitu menarik bahkan cenderung berbahaya. Louis bahkan nyaris membahayakan dirinya sendiri untuk menemukan obat tersebut.

Semua bermula ketika dua orang sahabat yang masih berusia sangat kecil dikejar oleh anjing gila 2 abad silam, di sebuah desa kecil di Prancis. Dua orang tersebut berlari kocar-kacir, dan satu di antaranya digigit anjing gila. Keduanya berhasil pulang ke rumah, tapi salah satu yang digigit anjing gila itu meninggal karena rabies. Meninggal karena rabies tentunya begitu mengerikan, menjerit setinggi langit ketika menjelang kematian dan kehilangan kendali terhadap pikirannya sendiri.

Temannya yang selamat itu bernama Louis Pasteur. Sejak saat itu ia memutuskan untuk menjadi ilmuwan dan mencari obat untuk menyembuhkan penyakit yang disebabkan oleh gigitan anjing gila tersebut. Telah banyak percobaan yang dilakukannya, namun berakhir gagal. Teriakan temannya menjelang kematian yang sellau terngiang di kepalanyaa menjadi penyemangat agar ia tetap mencari jalan keluar dari masalah tersebut.

Suatu hari ia mengumpulkan semua anjing gila dan mengurungnya di satu kandang. Ia terus mengamati apa yang dilakukan oleh anjing-anjing gila tersebut. Kecurigaannya bermula pada buih di ludah anjing yang terkesan aneh dan mencurigakan. Maka, ia mengumpulkan buih-buih tersebut, lalu disuntikkannya ke anjing yang sehat.

Kecurigaanya terbukti, anjing yang sehat tersebut kemudian kejang-kejang dan mati. Anjing tersebut terinfeksi rabies dan meninggal dengan cepat. Setelah kejadian itu, dan berbagai percobaan lainnya, Louis Pasteur memastikan bahwa ketika virus rabies menyerang otak, maka penderitanya akan segera meninggal.

Tidak beberapa lama, seekor anjing gila yang dikurungnya tersebut ada yang sehat. Maka, ia mengambil sampel antibodi anjing yang sehat tersebut, lalu memberikannya pada anjing yang masih sakit. Selanjutnya, anjing yang mendapatkan sampel antibodi tersebut akhirnya juga sehat.

Maka sejak saat itu, Louis Pasteur telah menemukan cara untuk menyembuhkan anjing yang terkena rabies. Tapi masih belum mencobanya pada manusia.

Nyaris Menggunakan Tubuhnya Sendiri Sebagai Eksperimen



Eksperimennya untuk menemukan obat atau penawar bagi anjing yang terkena rabies telah dikatakan berhasil. Ada banyak anjing rabies yang bisa disembuhkan berkat penemuannya. Tapi, bagaimana dengan manusia?

Antibodi yang sudah ia temukan mesti disuntikkan pada manusia untuk mencobanya. Tapi, ia tak kunjung menyuntikkannya karena sampai saat itu belum ada orang yang terinfeksi rabies.

Lalu, bagaimana cara mengujinya? Hanya ada satu cara, yakni ia harus menginfeksi dirinya sendiri.

Bagi Louis Pasteur, seandainya eksperimen itu gagal, setidaknya ia telah mencobanya. Seandainya berhasil maka akan menjadi kemajuan bagi peradaban. Maka telah ditetapkan tanggal di bulan Juli 1885, bahwa Louis Pasteur akan menyuntikkan virus rabies ke dalam dirinya sendiri.

Entah apa yang terjadi, sebelum tanggal penyuntikan tersebut, tepatnya pada tanggal 6 Juli 1885, seorang anak diantar pada Louis Pasteur. Anak tersebut baru saja digigit oleh anjing gila dan terinfeksi rabies.

Maka di tanggal itu, sebuah suntikan pertama rabies di dunia dilakukan oleh Louis Pasteur. Ada banyak yang menjadi saksi kejadian itu, dan benar itu akhirnya menjadi sebuah sejarah di kehidupan manusia.

Anak tersebut sembuh, dan akhirnya suntikan antibodi rabies yang dilakukan tersebut menjadi penawar pertama untuk menyembuhkan orang yang terkena rabies. Meski saat ini obat tersebut sudah semakin berkembang karena teknologi canggih, namun dunia tidak akan melupakan pengorbanan Louis Pasteur yang telah melakukan segalanya demi penemuan obat ini.

Selanjutnya, Louis Pasteur akhirnya menemukan lagi obat untuk antrax, juga penemuan-penemuan lain yang berguna bagi kemajuan umat manusia.

2 comments:

  1. Memang saya cukup salut pada dedikasi Ilmuwan-ilmuwan seperti ini. Terkadang demi kemajuan peradaban, mereka rela mengorbankan dirinya sendiri. Msih ingat juga saya cerita ttg seseorang yang mencoba terbang dengan menggunakan baju terbang untuk mengujinya dan akhirnya meninggal. Terlepas dari sukses atau tidaknya, dedikasi mereka untuk kemajuan dunia ini sangat patut di hormati dan dikenang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar, apalagi para ilmuwan yang rela mengorbankan dirinya sendiri. Tentu dedikasi mereka mesti mendapatkan perhatian dan apresiasi dari kita yang menikmati hasilnya. Salam.

      Delete

Powered by Blogger.