Friday, December 04, 2020

author photo

Pojokreview - Java Campaign 1806 adalah sebuah kejadian yang terjadi pada era tahun 1806 hingga 1807 di laut Jawa. Saat itu, terjadi pertempuran yang cukup mengerikan di laut Jawa antara kekuatan-kekuatan Eropa yang terkenal sangat berbahaya saat itu.


Bagaimana tidak, angkatan laut terkuat di dunia hingga Perang Dunia Kedua (bahkan hingga saat ini) yakni angkatan laut Kerajaan Inggris berhadapan dengan angkatan laut Kerajaan Belanda yang didukung oleh Kekaisaran Perancis. Pertempuran ini terjadi di laut Jawa.


Saat itu Kerajaan Belanda telah lama menguasai Jawa, serta Selat Malaka yang menjadi salah satu jalur perdagangan dunia. Saat itu, Laksamana Muda Sir Edward Pellew dari Inggris yang sedang mencoba untuk mengukuhkan kekuasaan Inggris di Nusantara memutuskan untuk menyerang angkatan laut Belanda yang waktu itu dipimpin oleh Laksamana Muda Hartsink.


Sayangnya, terjadi pemberontakan di wilayah kekuasaan Inggris lainnya, yakni di India. Pemberontakan tersebut dikenal sebagai Pemberontakan Vellore terjadi di bulan Juli 1806 terhadap East India Company milik Kerajaan Inggris. Oleh karena itu, kekuatan Inggris cukup berkurang.


Namun demikian, Sir Edward Pellew memiliki rencana yang lain agar bisa mengakali kurangnya angkatan bersenjata tersebut. Mereka berhasil memblokade dan mengisolasi pasukan Kerajaan Belanda di Batavia sehingga tidak bisa ada bantuan yang datang.


Barulah kemudian, lewat fregat HMS Greyhound di laut Jawa, konvoi kapal Belanda terusir sampai ke Sulawesi. Perang berlanjut dengan kapal berikutnya HMS Carolline menangkap kapal Maria Riggersbergen milik Belanda di Batavia.


Semakin menuju akhir tahun 1806, kemenangan demi kemenangan terus berdatangan datang ke angkatan laut Inggris. Perlahan-lahan Laksamana Muda Sir Edward Pellew telah mempersiapkan serangan terbesar di November 1806. Serangan tersebut nyatanya menjadi mimpi buruk bagi Belanda.


Ship of the Line Belanda benar-benar habis karena serangan yang tersisa. Fregat dan kapal-kapal perang kecil yang ada di Batavia semuanya dihancurkan. Kapal yang masih selamat melarikan diri ke Gresik.


Belum cukup sampai di situ, di tahun 1807 tepatnya bulan Oktober, Pellew kembali menuju ke timur Jawa. Yah, mereka tidak bisa membiarkan sisa angkatan laut Belanda masih bercokol di Pulau Jawa. Semua sisa kekuatan Belanda dihabiskan dan Inggris keluar sebagai pemenang dalam perang di Pulau Jawa tersebut.


Kenapa Perancis Mendukung Belanda?


Pertanyaan berikutnya yang sering timbul dari kisah perang hebat di Laut Jawa tersebut adalah kenapa Kekaisaran Perancis ikut campur dalam kejadian tersebut?


Ada banyak kepentingan di sana, khususnya bagi kedua negara tersebut, Belanda dan Perancis. Khusus bagi Perancis, ada dua wilayah antara lain Ile Bonaparte dan Isle de France (yang saat ini menjadi kepulauan Mauritius) yang mereka kuasai. Untuk itu, sebagai penjagaan terhadap kedua wilayah tersebut angkatan laut Perancis di bawah kuasa Laksamana Muda Charles Linois telah lama berjaga-jaga.


Namun berikutnya, pedagang yang berangkat ke Laut Jawa di bawah lindungan armada Inggris mulai mencemaskan keberadaan Perancis. Sedangkan Belanda, kerajaan mereka menetapkan angkatan bersenjata untuk membersihkan bajak laut di jalur perdagangan mereka.


Nah, tindakan dua armada laut besar ini (Belanda dan Perancis) ternyata memicu kecemasan bagi Inggris. Itulah kenapa Armada Laut Inggris mencoba untuk menyerang wilayah kekuasaan Perancis dan Belanda di tahun 1806.


Beruntungnya, pemberontakan Vellore di India menjadikan perhatian Inggris teralihkan. Jadinya, serangan ke Isle de France berubah menjadi fokus ke Laut Jawa.

This post have 2 komentar

  1. Aku suka tulisan&tulisan seperti ini. Sampai aku simpan nih link-nya, siapa tau entar2 pengen baca lagi. Thanks, ya.

    ReplyDelete
Next article Next Post
Previous article Previous Post