Wednesday, February 03, 2021

author photo
Old Firm Derby, Glasgow Celtic vs Glasgow Rangers

PojokReview - Bila pertandingan derby memang sudah berlangsung panas, bagaimana dengan derby berbalut SARA (Suku, Agama dan Ras). SARA memang selalu mampu menyulut pergesekan dan pertentangan, dan menambah percikan api derby kota Glasgow di Liga Skotlandia.


Dua klub sepakbola asal Kota Glasgow, Glasgow Celtic dan Glasgow Rangers selalu panas ketika bersua. Pertandingan keras, kasar dan tidak ada yang ingin kalah dalam pertemuan itu. Petugas keamanan harus bekerja lebih keras ketika kedua tim bertemu, karena bentrokan antar supporter kerap terjadi.


Kenapa Derby itu Bisa Sedemikian Keras?


Sejarah Glasgow


Berabad yang lalu, Glasgow berisi penduduk asli yang beragama Protestan. Glasgow, sebagai kota terbesar kedua di Scotlandia, juga menjadi kota yang identik dengan agama itu. Keuskupan Glasgow bahkan salah satu yang terbesar (sekaligus terkaya) di Skotlandia sejak abad ke-12. Masih di abad yang sama, kota itu menjadi tambah kaya dan populer karena adanya Pekan Raya Glasgow, yang menjadikan nama kota ini terdengar ke seantero Britania Raya.


Keuskupan Glasgow menjadi keuskupan agung, menjadikan kota tersebut menjadi kota yang relijius. Ditambah lagi, sejak tahun 1451 didirikan pula Universitas Glasgow yang menjadikan kota ini sebagai "kota pendidikan dan relijius" di abad ke-16.




Sampai di sini, semua masih baik-baik saja. Cerita masa lalu Kota Glasgow bahkan sangat indah. Kota Glasgow bukan hanya yang terindah di Skotlandia, tapi juga di pulau Britania. Glasgow juga menjadi salah satu kota yang sangat mencintai Kerajaan Inggris Raya dan terus menunjukkan dukungannya terhadap Kerajaan Inggris Raya sejak berabad silam.


Hanya ada satu "pembangkang" Inggris di Britania Raya, yakni Irlandia. Dan Skotlandia terpisah dengan laut dengan Irlandia. Jadi, paham "republikan" Irlandia yang ingin lepas dari Inggris Raya sejak lama tidak sampai ke Glasgow.


Glasgow juga merupakan kota yang sangat subur, tidak terlalu dingin seperti kota-kota di Skotlandia lainnya, termasuk ibukota kerajaan Skotlandia, Edinburgh. Penyebabnya, dataran Glasgow lebih rendah menjadikan suhunya lebih hangat. Ditambah dengan Sungai Cylde yang membelah kota tersebut menjadikannya lebih subur.


Nah, kondisi geografis itulah yang mengundang para imigran dari Irlandia. Sekaligus membawa paham yang berlawanan dengan Glasgow selama ini: republikan, menolak kerajaan Inggris Raya, beragama protestan dan perbedaan suku bangsa (Irlandia dan Skotlandia). Maka pergesekan itu mulai terjadi, seabad lalu.


Para petani dari Irlandia terpaksa harus berpindah. Selain bencana alam serta cuaca yang dingin, serangan hama juga menyerang perkebunan mereka. Maka ketika orang-orang Irlandia (Irish) mendengar petani di Glasgow tidak mendapatkan masalah karena hama, maka berbondong-bondonglah mereka ke sana.


Sentimen suku juga agama (Katolik Irlandia dan Protestan Glasgow) mulai muncul di Glasgow. Ditambah lagi politik ikut masuk di sana. Para imigran ini membawa ideologi politik yang baru, sedangkan penduduk asli Glasgow adalah pendukung setia kerajaan Inggris Raya (UK). Pergesekan tersebut sudah terlalu sering terjadi.


Lahirnya Glasgow Celtic dan Glasgow Rangers


Tahun 1872, nama John Ure Primrose dikenang publik Glasgow sebagai pendiri klub sepakbola pertama di kota itu. Klub itu bernama Glasgow Rangers dan akhirnya memiliki banyak penggemar. Ternyata, semua penggemar Glasgow Rangers adalah kaum Protestan, yang seakan membuktikan bahwa olahraga (khususnya sepakbola) adalah dominasi kaum Protestan. Klub ini mengusung warna biru sebagai warna dominan, yang mencirikan dukungan terhadap United Kingdom.


Kemudian, seorang biarawan Katolik bernama Brother Wilfrid memiliki ide untuk mendirikan sebuah klub sepak bola untuk membantu imigran dan kaum Katolik yang hidup miskin. Maka di tahun 1888 berdiri klub Glasgow Celtic dengan warna hijau menjadi identitas klub. Nyatanya, klub ini akhirnya juga memiliki misi lain, yakni mematahkan derasnya dominasi kaum protestan di sepakbola.



Dua edisi pertama Liga Skotlandia menjadi milik Glasgow Rangers, kemudian Glasgow Celtic berdiri. Di tahun 1888, pertemuan perdana kedua klub terjadi di Celtic Park (markas Glasgow Celtic). Glasgow Rangers kalah, dan Glasgow Celtic menjadi juara tahun itu. Tidak hanya itu, Glasgow Celtic meraih 4 juara beruntun setelah itu.


Maka berbagai sentimen suku, agama dan politik mulai merasuk ke klub sepak bola itu. Glasgow Rangers dianggap sebagai perwakilan dari kaum Protestan, juga pendukung United Kingdom. Maka rivalitas kedua klub semakin memanas. Setiap pertandingan, akan dihiasi dengan lagu-lagu bernada sinis dan ejekan terhadap pandangan politik juga agama para pendukung.


Tahun 1989, Glasgow Rangers akhirnya menyewa jasa pemain bernama Maurice Jansen yang menjadi pemain beragama Katolik pertama di Glasgow Rangers. Namun, hal itu tidak begitu memperkecil gesekan antar pendukung. Para pendukung kedua tim terlalu sering baku hantam, tepat ketika peluit panjang tanda pertandingan berakhir dibunyikan.


Selama 108 kali Liga Skotlandia digelar, kedua tim sama-sama meraih 52 gelar juara. Berarti, kedua tim ini sama-sama merajai Liga Skotlandia hingga hari ini. Itu juga menjadikan tensi derby tersebut semakin tinggi. Derby itu kemudian disebut dengan nama Old Firm Derby.


Ditambah lagi, bendera Irlandia selalu berkibar di atas stadion Celtic Park markas Glasgow Celtic. Sedangkan Glasgow Rangers hadir dalam warna biru dan dukungan penuh pada kerajaan Inggris Raya.


Saat ini, tensi derby masih cukup tinggi, namun bisa dibilang mereda ketimbang bertahun-tahun lalu. Semuanya dimulai pada tahun 2012 ketika Glasgow Rangers melakukan kesalahan pajak yang membuat mereka mendapatkan hukuman turun ke divisi 4.


Hanya butuh waktu 4 tahun untuk raksasa Skotlandia satu ini kembali ke kasta tertinggi. Tahun 2016, keduanya kembali bertemu di lapangan hijau. Namun, di tahun itu, 60% penduduk Skotlandia memutuskan menjadi Atheis. Maka persinggungan agama sudah tidak lagi memengaruhi rivalitas kedua klub. Tensi menurun, tapi tetap tinggi. Hingga hari ini, Old Firm Derby menjadi salah satu pertandingan derby yang terkeras di Eropa. Tiga pertandingan terakhir adalah milik Glasgow Rangers yang berhasil memenangkannya berturut-turut.

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post