Saturday, April 24, 2021

author photo
teknik dorong tarik dalam manajemen hama
teknik dorong tarik dalam manajemen hama

PojokReview.com - Salah satu jenis hewan yang saat ini sedang banyak muncul dan memberi kerusakan parah pada tanaman adalah armyworms alias ulat grayak atau ulat tentara. Ini adalah jenis larva untuk ngengat, yang juga jenis serangga yang merusak.


Maka, jenis ulat satu ini benar-benar merepotkan dan menjadi hama yang harus dihabisi. Kejadian yang cukup parah terjadi di Afrika, Amerika Utara, dan Srilanka ketika hewan ini menginvasi tanaman, serta interaksi dengan manusia yang menyebabkan banyak penyakit lainnya.


Kerusakan yang terjadi karena ulat ini juga menyebabkan banyak kejadian gagal panen. Kasus paling banyak ditemukan pada tanaman utama seperti padi dan jagung. Namun, kasus lainnya juga ditemukan pada tembakau, kapas, dan kacang-kacangan. Bahkan, terakhir ditemukan bahwa ulat ini juga menyerang jenis tumbuhan buah-buahan seperti apel, jeruk, dan sebagainya.


Teknik Dorong Tarik (Push-pull) untuk Pengelolaan Hama



Teknik satu ini digunakan untuk menekan pertumbuhan hama dengan cara menanam tanaman lainnya yang mampu mengusir ulat. Cara penanaman tumpang sari ini sangat ampuh mengendalikan ulat grayak atau armyworms ini. 


Dua jenis tanaman yang sering digunakan, pertama demosdium. Demosdium mengandung alelopati yang sangat kuat sehingga mengusir ulat untuk mendekat ke tanaman. Tanaman yang kedua adalah Cenchrus purpureus alias rumput gajah. Tanaman satu ini sangat baik untuk meningkatkan kesuburan tanah, sekaligus menahan erosi.


Teknik dorong tarik ini adalah sebutan untuk penggunaan tanaman "dorong", dan tanaman "tarik". Dalam hal ini, Demosdium digunakan untuk tanaman yang mendorong hama, sedangkan rumput gajah adalah tanaman yang menarik keluar.


Kira-kira seperti ini, ada tanaman yang akan dijaga dengan teknik ini, kita misalkan saja jagung. Kemudian, tanaman demosdium akan ditanam di antara tanaman jagung tersebut. Sedangkan tanaman rumput gajah akan ditanam di sekeliling tanaman jagung tersebut.


Berikut ilustrasi kasarnya



Keterangan:


Tanaman dengan warna hijau adalah tanaman utama, alias jagung. Sedangkan tanaman berwarna ungu yang berada di tengah-tengah tanaman tersebut adalah demosdium yang bertujuan untuk mengusir hama yang masuk ke "plot" (lingkaran).


Tanaman berwarna kuning adalah rumput gajah yang ditanam di sekeliling plot untuk menarik hama keluar dari plot tersebut. Dengan demikian, hama yang berada di dalam plot akan keluar dan ditampung oleh tanaman yang berada di sekeliling plot. Akhirnya, hama tersebut akan mati di tanaman pelindung luar.


Teknik tersebut juga sangat baik untuk tanah, karena demosdium meningkatkan kesuburan tanah, sedangkan tanaman yang berada di luar lingkaran (rumput gajah) akan menurunkan gulma.


Tentunya, teknik di atas ditujukan untuk melindungi tanaman utama, Jagung, yang berwarna hijau.


Meski demikian, tentu akan sangat tepat bila Anda mengikuti instruksi dari ahli botani, penyuluh pertanian, dan sebagainya untuk penerapan teknik yang lebih tepat guna.

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post