Saturday, May 22, 2021

author photo
Tips menjadi full time blogger
Ilustrasi meja kerja full time blogger


PojokReview.com - Di era teknologi canggih seperti saat ini, menjadi full time blogger bukan hal yang mustahil. Yah, sebagaimana para YouTuber, Blogger juga bisa hidup dengan menulis konten di blognya sendiri. Namun, ada beberapa hal yang mesti Anda pertimbangkan masak-masak sebelum Anda memutuskan menjadi full time blogger.


Sebelum kita beralih ke persiapan 5 hal pertama untuk menjadi blogger, tentunya di awal jangan pernah terpikir Anda akan mendapatkan penghasilan secara cepat lewat blog. Kecuali, Anda memiliki budget yang tidak terbatas untuk beriklan di Google Ads, menyewa jasa penulis hingga beberapa orang sehingga blog Anda memiliki banyak tulisan secara cepat, dan sebagainya. Bagaimana bila budget terbatas? Tentunya 5 hal pertama yang mesti Anda siapkan sebelum jadi full time blogger di bawah ini menjadi syarat mutlak. 


Apakah Anda sudah siap resign dari pekerjaan Anda dan menjadi full time blogger? Simak dulu ulasannya di bawah ini.


5 hal pertama yang mesti disiapkan blogger pemula


Hal yang harus disiapkan blogger pemula


1. Memilih tema yang benar-benar Anda kuasai


Sebelumnya sempat diulas oleh PojokSeni.com dalam artikel bertajuk "Orang Cerdas itu Hanya Tahu Sedikit, Tapi Sampai Sedetil-detilnya". Intinya adalah, seorang yang cerdas justru menguasai sedikit bidang saja, tapi tahu sampai akar-akarnya. Tidak masalah misalnya seorang dokter bedah tidak mengerti sedikitpun tentang teknologi perang atau kapal selam. Begitu juga seorang yang pakar militer dan paham dengan teknologi kapal perang misalnya, juga tidak masalah bila ia tidak tahu sedikitpun cara membedah pasien. Namun, kedua-duanya adalah orang yang cerdas.


Masalah yang sering ditemukan adalah, seseorang yang menulis artikel disesuaikan dengan apa yang sedang viral. Bila yang sedang viral adalah sepakbola, maka ia menulis sepakbola. Namun, keesokan harinya justru membahas fashion. Dan keesokan harinya lagi, membahas kehidupan selebriti. Hasilnya, blognya tidak akan dalam bahasannya. Semuanya serba permukaan. Tentunya, tulisan tentang sepakbola akan kalah dalam ulasannya dengan blog khusus sepakbola. Begitu juga tulisan tentang fashion, dan kehidupan selebriti.


Intinya, temukan tema yang paling sesuai dengan diri Anda. Bisa Anda sesuaikan dengan bakat, minat, latar belakang pekerjaan, latar belakang pendidikan, dan lingkungan sosial. Bila Anda sebelumnya adalah seorang lulusan sekolah peternakan, tentunya akan lebih menarik membuat blog dengan tema peternakan. Cara untuk mengetahui di bidang mana Anda paling menguasai adalah dengan menjawab pertanyaan ini. Apakah Anda bisa membuat 100 tulisan minimal 600 kata dengan satu tema yang sama? Kalau iya, tema apa itu?


Apapun jawabannya, itu adalah tema yang paling tepat untuk blog Anda. Lalu, nama blog tentunya bisa Anda sesuaikan dengan tema tersebut. Misalnya seperti PojokSeni.com yang membahas tentang seni, atau lain-lainnya.


Tentunya, Anda bisa saja memilih tema gado-gado, seperti yang dilakukan PojokReview. Tapi, syaratnya adalah, Anda memang sudah memiliki banyak penulis sejak awal. Jadinya, masing-masing penulis memiliki passion dan bidang yang dikuasai. Hal itu akan menjadikan blog tersebut tetap mendalam ulasannya, meski ada banyak tema yang diulas. 


2. Rajin Menulis Konten dan Riset Keyword


Blog mesti rajin diurus, sehingga tidak "layu sebelum berkembang". Ada blog yang menulis satu artikel sehari, ada juga yang lima artikel sehari, ada yang satu artikel seminggu. Biasanya, yang hanya menulis satu artikel seminggu maka artikelnya akan lebih panjang, berisi riset, lebih menarik, dan sebagainya. Sebabnya adalah, artikel tersebut dibuat dalam waktu seminggu. Tentunya akan berbeda dengan artikel yang ditulis per hari.


Mana yang lebih Anda pilih? Tentunya, bisa disesuaikan dengan kebiasaan Anda. Bila Anda memilih untuk menulis artikel yang cepat dan pendek, maka sebaiknya minimal blog Anda berisi 1 tulisan per hari. Tapi, bila tulisan Anda lebih panjang, dan membutuhkan riset, baik dari internet maupun membaca buku terlebih dulu, maka memilih membuat 1 artikel per minggu bisa menjadi pilihan yang tepat.


Meski demikian, jangan lupakan riset keyword sebelum memutuskan artikel apa yang akan ditulis. Apa saja keyword yang paling dicari, juga apa saja keyword yang paling diinginkan oleh pembaca di blog Anda? Anda bisa melakukan riset keyword gratis di Ubbersugest (milik Neil Patel), KW Finder, atau bisa lewat Google Trend. Anda bisa mempertimbangkan keyword apa saja yang ingin Anda keker agar artikel Anda berada di puncak pencarian. Tujuannya apa? Hanya satu, trafik ke blog Anda meningkat.


Keyword yang lebih pendek saat ini persaingannya cukup sulit. Karena itu banyak blogger yang mempertimbangkan "long tail keyword" alias keyword "ekor panjang". Misalnya:


"Tips untuk Blogger Pemula"


Keyword tersebut tentunya lebih banyak diperebutkan oleh para master SEO, khususnya yang tema blognya adalah tentang blogging. Lalu, bagaimana caranya agar tetap mendapatkan pengunjung bila kata kunci yang dikeker juga sama? Caranya adalah tambahkan satu atau dua kata lagi di ekornya.


  • "Tips untuk Blogger Pemula Agar Cepat Menaikkan Trafik"
  • "Tips untuk Blogger Pemula Agar Cepat Diterima Adsense"
  • "Tips untuk Blogger Pemula Bisa Cepat Gajian dari Blog"


Dan sebagainya. Itu beberapa contoh mencari "long tail keyword" yang bisa Anda pertimbangkan untuk kata kunci blog Anda. 


Bila Anda mencari sesuatu hal di Google, maka setelah mengetik kata kunci tertentu, akan ada saran dari Google untuk "long tail keyword". Misalnya untuk kata kunci "Rekomendasi Film Korea" maka akan muncul saran pencarian seperti berikut ini:




Lihat bagaimana Google memberikan saran untuk kata kunci yang lebih panjang. Itu bisa Anda pertimbangkan sebagai "long tail keyword" yang mengarah ke blog Anda. Cari yang pencariannya cukup tinggi, namun persaingannya tidak terlalu banyak.


Untuk mempermudah kerja Anda, Anda bisa mempertimbangkan menggunakan aplikasi, atau ekstensi Chrome seperti Keyword Finder. Atau meminta saran dari Ubber Suggest.


3. Manajemen Waktu




Anda tipe orang yang suka mengerjakan sesuatu dengan prinsip 3D alias "dekat-dekat deadline"? Kalau memang demikian, maka berarti manajemen waktu Anda kurang baik. Kita misalkan saja bila Anda mengatur jadwal untuk menulis di setiap hari Selasa di setiap minggunya. Maka, pastikan di setiap hari selasa adalah jadwal posting tulisan terbaru. Bila perlu, posting di jam yang sama. Bila ternyata ada satu kali saja Anda berhalangan, maka Anda bisa mempersiapkan sejak satu atau dua hari sebelumnya, lalu jadwalkan postingan tersebut menggunakan fitur penjadwalan posting di blog.


Bila tulisan Anda dimuat satu minggu satu kali, maka tulisan Anda harus benar-benar lebih berisi dan menarik (dengan ilustrasi, gambar, video, animasi, dan sebagainya) dibandingkan dengan blog yang memposting satu artikel baru per hari. Bila tulisan Anda kalah berisi dengan tulisan yang di blog yang posting seminggu sekali, tentunya akan sangat suli bagi blog Anda melampaui blog-blog kompetitor.


Juga harus ada waktu yang Anda luangkan untuk membalas komentar, membagikan artikel terbaru ke forum atau grup, atau mempromosikan blog Anda ke tempat lain. Anda juga mesti meluangkan waktu ke perpustakaan, berselancar di internet, dan sebagainya untuk mengumpulkan bahan setiap tulisan terbaru. 


Apabila Anda bisa melakukan penjadwalan yang tepat, maka terapkan secara disiplin. Buat aturan yang tegas untuk diri Anda sendiri, agar pengunjung blog Anda tetap stabil dan terus meningkat setiap waktunya.


4. Jaringan, Ilmu, dan Pengalaman




Apa yang terpenting dalam hidup? Uang? Mungkin sebagian orang berpendapat bahwa uang adalah hal terpenting dalam hidup, juga pekerjaan. Nyatanya, bukan itu yang paling penting. Terpenting adalah ilmu, pengalaman, dan jaringan. Pertama-tama, pastikan Anda memiliki ilmu pengetahuan yang mumpuni di bidang atau tema yang Anda pilih jadi tema utama blog Anda. Jangan memaksakan menulis atau membicarakan sesuatu yang tidak Anda ketahui, karena itu hanya akan membuat Anda terlihat bodoh, dan menjadi bahan tertawaan.


Setelah ilmu, maka yang kedua adalah pengalaman. Ini sebenarnya membuat Anda tetap belajar, dan terbiasa melakukan sesuatu hal. Menulis dan riset sesuatu harus terus Anda lakukan secara rutin agar terbiasa. Anda juga mungkin akan terpukul ketika ada kritik pedas ke tulisan Anda. Atau, Anda jauh lebih terpukul lagi ketika tulisan yang Anda buat sebaik mungkin justu menjadi korban plagiarisme. Atau, ada yang lebih pedih lagi, yakni ketika tulisan yang Anda buat dengan susah payah dan riset yang tidak sebentar, justru tidak ada yang membacanya. Namun hal-hal tersebut menjadi pengalaman berharga, yang menjadikan Anda bertambah kuat. Anda akan terus belajar dari kesalahan (bukan salah belajar) dan berbuat yang lebih baik di hari depan.


Setelah mendapatkan ilmu dan pengalaman, berikutnya perkuat jaringan. Anda bisa berteman dengan blogger, pemilik usaha, pemodal, dan sebagainya. Tentunya, di era teknologi saat ini, Anda bahkan bisa memperluas jaringan hanya dari smartphone Anda. Yah, lewat media sosial, email, telepon, chatting, dan sebagainya. Terpenting, Anda harus memastikan bahwa setiap hari, jaringan Anda bertambah luas. Kira-kira peribahasa lama yang terkenal menyebutkan bahwa tak apalah Anda hanya maju selangkah, asalkan setiap harinya Anda terus maju.


Sedikit demi sedikit, terus bangun jaringan, perluas wawasan dan ilmu pengetahuan, perbanyak membaca, dan belajar dari pengalaman. Lalu, apabila Anda sudah banyak ilmu, banyak pengalaman, dan memiliki jaringan yang besar, masa iya Anda tidak dapat uang?


5. Modal


Kenapa diletakkan terakhir? Padahal modal bagi sebagian orang adalah hal yang terpenting? Yah, ada dua alasannya. Pertama, karena Anda bisa menjadi blogger yang "gratisan". Menggunakan subdomain seperti blogspot, atau wordpress, tidak menyewa hosting, menggunakan template blog yang gratis, dan semuanya serba gratis. Saat itu, Anda mulai membangun jaringan, meningkatkan ilmu pengetahuan tentang blogging dan tema yang Anda pilih, menentukan keyword yang tepat, dan sebagainya. Anda melakukannya dengan "gratis" meski sebenarnya tidak gratis-gratis amat. Setidaknya, Anda masih harus membayar biaya listrik dan internet, bukan?


Tapi, apabila sudah siap maka Anda perlu modal. Apa penyebabnya? Pertama, Anda mungkin memerlukan domain yang TLD (top level domain). Jadi, bukan blog "gratisan" lagi. Karena hal itu bisa membuat kepercayaan "klien" meningkat. Klien yang dimaksud di sini bisa berarti banyak, bisa pengunjung, pengiklan, pemodal, dan sebagainya. Dan untuk mendapatkan domain yang TLD, maka Anda perlu membeli/menyewanya dengan biaya per tahun.


Kedua, mungkin Anda memerlukan hosting. Pengguna Blogger dari Google tentu masih bisa memanfaatkan hosting gratis dari Google, tapi agar data Anda lebih aman, maka Anda akan memilih untuk menyewa hosting. Nah, menyewa hosting ini juga dikenai biaya tertentu.


Ketiga, agar mata pengunjung tidak "sepet" ketika membaca blog Anda, mungkin Anda membutuhkan template blog yang menarik. Bisa jadi template yang SEO friendly, responsive, Adsense friendly, dan jenis template lainnya yang sesuai dengan blog Anda. Untuk menghargai jasa para pembuat template ini, maka sebaiknya Anda membeli template premium. Bisa saja yang murah, agar lebih hemat di kantong.


Nah, bila budget Anda terbatas, Anda bisa membaca artikel berikut: 9 Langkah Cara Membuat Blog yang Menarik dan Terkesan Profesional hanya dengan Rp500 Ribu


Setelah lima hal tersebut Anda siapkan, apalagi yang diperlukan? Yah, konsistensi. Anda mesti terus menjaga konsistensi sampai akhirnya blog Anda bisa menghasilkan. Penghasilan blog, tidak melulu dari Adsense saja. Meski harus diakui bahwa Adsense memang menjadi andalan para blogger untuk mengais rezeki. Berikut beberapa jalan mendapatkan penghasilan dari blog yang bisa Anda pertimbangkan:



Terakhir, tentunya harus tetap semangat. Mungkin Anda belum mendapatkan penghasilan di 2-3 bulan pertama (bahkan ada yang hingga satu tahun pertama), tapi jangan pernah patah semangat, yah.

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post